Pendidikan Generasi Muda

 Nama : Wakhidatus Zahro’un Nihlah

Review Pancasila 5 ( Pendidikan Generasi Muda )

          Pemahaman dari adanya pemuda sebagai tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia harus dapat dimengerti, sebagai pemuda harus memiliki pola fikir yang panjang untuk kebaikan dan kemaslahatan di masa depan. Ada suatu hari yang istimewa bertepatan dengan tanggal 10 November yang sudah sejak dahulu diperingati sebagai hari pahlawan. Sosok pahlawan yang telah memajukan bangsa Indonesia dan memberikan banyak perubahan yang signifikan, dan benar-benar terjadi. Berbicara mengenai pahlawan orang dahulu atau orang desa memiliki cara yang unik untuk mewujudkan sikap para pahlawan yang patriotisme. Orang desa sebagai kelompok tradisional mereka memiliki visi yang progresif mengenai makna dari pahlawan. Orang desa dengan segala keluguannya yang khas sangat unik untuk menyikapi semua problematika dari problematika yang kecil sampai problematika yang besar. Pengetahuan dan kesadaran yang seperti ini jarang dijangkau oleh kaum akademisi yang sudah banyak memahami berbagai metode penelitian yang komprehensif.

          Dalam kehidupan yang seperti ini berdampingan dengan masyarakat dan juga dengan lingkungan sekitar. Misalnya ada pertanyaan bagaimana cara menjaga lingkungan dan sumber daya alam?, Sumber daya alam sebagai komoditas yang perlu dijaga dan dilestarikan. Para leluhur memiliki cara yang unik untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sendiri. Sangat berbeda dengan cara negara untuk menjaga lingkungan yang tetap tidak berhasil dengan semua perangkat yang ada, namun kenyataannya negara tidak berhasil dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Suatu bangsa yang memiliki sejarah tertentu bagi bangsa itu sendiri contohnya dengan adanya mitologisasi (cara unik) atau mitos sebagai sesuatu hal yang bersifat mistik, juga tidak logis, dan tidak dapat diterima oleh akal, tetapi faktanya benar dan ada. 

          Para leluhur tetap berhasil dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, dengan melakukan berbagai cara yang unik. Contohnya, mengapa ada hutan larangan?, yang apabila ada seorang yang masuk ke dalam hutan larangan itu tidak akan bisa keluar atau bahkan mati, ini sebagai contoh konsep mitologis. Sebenarnya adanya hutan larangan diciptakan oleh para raja dahulu dan untuk para prajurit raja. Dengan ketentuan bahwa orang lain tidak boleh masuk kecuali raja dan prajuritnya. Apabila orang lain yang masuk tidak akan bisa kembali, dimana orang yang tidak bisa kembali tersebut?, kemungkinan orang yang masuk ke dalam hutan larangan itu sudah dibunuh oleh para penjaga hutan di dalamnya. Adanya hutan larangan itu sebagai tempat untuk persembunyian raja dan prajuritnya, disisi lain adanya hutan larangan tersebut agar tidak ada pembajakan liar, sumber air yang ada di dalam hutan terjaga, dan hewan yang ada didalam hutan sangat terjaga dari kepunahan. 

          Contoh lainnya seperti pohon besar yang diyakini masyarakat sekitar sebagai pohon yang mistis dan juga ada penghuninya yang diberikan sesajian di bawah pohonnya. Logikanya adanya pohon besar tersebut sebenarnya agar tidak ditebang oleh manusia, cadangan air yang meresap di pohon tidak akan habis, dengan adanya pohon besar ini sumber cadangan air akan dapat dilestarikan. Apabila pohon besar ini ditebang maka cadangan sumber air akan habis. Oleh karena itu adanya mistis tentang pohon besar yang berpenghuni dan terdapat sesajian dengan ini pohon besar tidak akan ditebang oleh manusia, karena terjadi di bawah alam sadar para masyarakat sekitar untuk tidak berani menebang pohon besar tersebut. Strategi yang seperti ini sekarang sudah jarang sekali yang melakukan padahal sangat terbukti berhasil dalam cara yang unik untuk menjaga kelestarian lingkungan dan alam yang tetap terjaga.

          Sebagai manusia yang hidup berdampingan dengan alam sekitar hal ini dapat terwujud dalam strategi perang gerilya pada zaman penjajahan dahulu, mereka sudah sangat terbiasa dan sudah bersahabat dengan alam sekitar. Pada saat itu strategi perang gerilya sangat efektif untuk menghadapi para penjajah belanda dan mereka sangat kewalahan. Dengan adanya strategi yang seperti ini menumbuhkan intuisi dalam strategi peperangan. Dengan demikian hal ini dapat mewujudkan kekuatan intuisi, sadar tentang keberadaan musuh. Dengan ini jiwa patriotisme dapat diwujudkan dengan cara sering melakukan musyawarah, diskusikan suatu hal yang bermasalah agar mudah terselesaikan.

          Hari pahlawan yang diperingati pada tanggal 10 November seharusnya kita dapat merefleksikan diri tentang pahlawan, dan dapat menumbuhkan rasa patriotisme dalam kepribadian. Pahlawan berasal dari bahasa sansekerta yang artinya sebagai buah pala untuk bangsa Indonesia yang sangat berjasa bagi kemerdekaan bangsa Indonesia telah memberikan perubahan yang ada, sebagai pemuda penerus bangsa jangan sampai luntur mengimplementasikan nilai-nilai pahlawan dalam kehidupan, dan tidak melupakan jasa para pahlawan yang sangat besar. Saat dahulu musuh yang dihadapi para pahlawan jelas ada sedangkan sekarang ini musuh yang dihadapi dengan bentuk semu, kita harus bisa membedakan mana kawan dan mana lawan.

          Selanjutnya pergerakan nasional yang bersifat nasional, arti nasional dalam konteks ini bersifat menyeluruh yang mencakup semua aspek kehidupan seperti bidang ekonomi, sosial, dan kultural, Karena hal ini dilatar belakangi oleh faktor sejarah, karena dahulu faktor kedaerahan tidak efektif, maka dari itu perlu dilawan dengan adanya pergerakan nasional yang dapat mengalahkan penjajah dan mengusir penjajah dari bangsa Indonesia. Adanya pergerakan nasional menandai bahwa pola fikir, pertahanan, dan perlawanan tidak hanya dari fisik tetapi juga dengan fikiran oleh semua pemuda yang berpendidikan. Sebagai mahasiswa sering disebut sebagai Agent of change (agen perubahan) harus mampu mengembangkan dan mewujudkan. Pergerakan nasional berawal dari pertumbuhan organisasi pemuda sebagai fenomena historis yang memunculkan pertumbuhan organisasi pemuda. 

          Organisasi awal pergerakan nasional sebagai berikut: Pertama, Budi Utomo didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 di Yogyakarta oleh pelajar dari (STOVIA) yaitu Soetomo, dan Dokter Wahidin Sudirohusodo yang telah menyelesaikan sekolah kedokteran di STOVIA bersama dengan Sutomo. Dia lah yang memberikan saran kepada Soetomo untuk mendirikan organisasi Budi Utomo. Kedua, Serikat Islam atau (SI) didirikan pada tanggal 16 Oktober 1906 di Solo oleh Haji Samanhudi, organisasi yang dibentuk oleh Haji Samanhudi ini adalah perkumpulan para pedagang Islam. Ketiga, Indische Partij didirikan pada tanggal 25 Desember 1912 oleh tiga serangkai, yaitu E.F.E Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, Suwardi Suryaningrat. Indische Partij adalah sebuah organisasi campuran orang Indonesia dan Eropa yang menginginkan kerja sama orang Indonesia dan bumi putera.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendekatan Ma’na Cum Maghza

Pemikiran Nurcholish Madjid Terhadap Politik Indonesia