Banyak cara untuk mencintai Indonesia

 Nama : Wakhidatus Zahro’un Nihlah

Resume pendidikan Pancasila.

Berubah dan bertindak banyak cara untuk mencintai Indonesia.

Menyambut pendidikan di era new normal ini, apasih new normal itu?. New berarti baru, normal berarti bangkit, biasa, atau kebiasaan an. Dapat disimpulkan new normal adalah tatanan kehidupan yang baru. Dengan adanya new normal ini keadaan yang sebelumnya sekolah dilakukan dengan cara tatap muka. Sekarang melalui sistem daring atau online dengan media handphone atau laptop. Tentu kita harus beradaptasi dengan keadaan new normal ini. Dengan begitu semua pelajar dapat memanfaatkan kuota sebagai kebutuhan online untuk hal yang bermanfaat.

Selain untuk hal yang bermanfaat untuk kalangan para remaja filosofi handphone yaitu mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Apalagi untuk kalangan anak SD dan yang masih belum bisa memanfaatkan handphone dengan sebaik-baiknya. Ini membutuhkan arahan dan pengawasan. Dengan memberikan hal positif di era new normal ini seperti tugas online menggunakan aplikasi google classroom, zoom metting, google meet. Tentunya memberikan hal baru dan positif karena handphone dan kuota dapat dimanfaatkan untuk hal yang baik dan bermanfaat bagi pendidikan.

Sebagai jalan untuk mendidik anak dengan moral, sikap, dan akhlak yang baik pesantren yang berperan penting. Pesantren adalah tempat berteduh, tempat tinggal, dan tempat para santri untuk belajar dan mendalami ilmu agama. Pesantren berasal dari kata funduk yang artinya tempat menginap, dan tempat mencari ilmu para santri.

Menurut H. Mustofa mengartikan kata santri. Santri berasal dari bahasa sansekerta sastri artinya orang yang bisa membaca. Ada juga yang mengartikan santri adalah orang yang belajar kitab suci dan agama. Dari bahasa jawa santri berasal dari kata cantrik yang artinya orang atau murid yang mengikuti guru.

Santri mengemban tiga kewajiban yaitu Iman, Islam, dan ikhsan. Dengan tiga tanggung jawab kepada Allah SWT, Nabi, dan santri sendiri atau yang berada dalam lingkungan pesantren. Hubungan kiai dan santri saling melekat dan menumbuhkan benih-benih yang baik. 

Berubah dan bertindak banyak cara untuk mencintai Indonesia. Seorang mahasiswa harus mampu bertransformasi diri. Sebagai teladan untuk berubah dan bertindak mencintai Indonesia dapat kita contoh dari tokoh wayang dan sikap yang dapat Kita teladani. Seperti tokoh pewayangan yang dapat kita dan dijadikan teladan bagi para pelajar Indonesia. Mayoritas pelajar memiliki tokoh idolanya masing-masing, baik nyata maupun tidak. Saat pelajar mengidolakan seseorang, mereka akan cenderung mencontoh tingkah laku nya. Sebaiknya jika para pelajar menjadikan berbagai tokoh wayang menjadi idolanya karena tokoh wayang tidak kalah hebat nya dengan tokoh luar negeri.

Contoh karakter dalam cerita pewayangan yang memiliki sikap yang dapat diteladani adalah punakawan yang terdiri dari 4 tokoh, yaitu Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Dari tokoh Semar dapat diteladani bahwa seseorang harus tetap rendah hati, jujur, dan bijaksana walaupun sudah menjadi pemimpin. Rasa kepedulian Semar terhadap apa yang diabdinya sangatlah tinggi. Gareng dengan kaki pincangnya sehingga jalannya harus jinjit memberikan teladan bagi kita agar selalu melangkah dengan berhati-hati. Badan panjang Petruk menggambarkan pemikiran manusia yang harus berpikir panjang juga. Sedangkan Bagong yang sederhana dan lugu memberikan pelajaran dan teladan bagi kita untuk ketabahan hati yang besar.

Selain punakawan contoh yang terkenal tokoh pewayangan yang dapat kita teladani yaitu Pandawa Lima yang terdiri dari lima bersaudara yaitu Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa. Masing-masing memiliki sikap dan kelebihan yang dapat diteladani dan kelebihan yang berbeda. Dalam cerita pewayangan seorang pemimpin harus seperti bumi sebagai sumber kehidupan bagi siapa saja, seperti air yang selalu turun ke bawah dan angin yang selalu menghembus ke siapa pun.

Dalam konsep nasionalisme negara Indonesia ini sudah berhasil dalam menyatukan perbedaan yang ada yaitu perbedaan antara agama Hindu dan agama Budha. Pada saat itu Indonesia sudah mempelopori dunia pada abad ke 20 an. Dan pada saat itu juga para sunan seperti Walisongo menyebarkan agama Islam di pulau Jawa melalui kebiasaan yang di sukai masyarakat di tanah Jawa. Warga Indonesia terutama masyarakat di pulau Jawa sangat menyukai kesenian wayang kulit. Wayang adalah kesenian yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Jawa.

Prinsip yang dapat dikembangkan untuk negara Indonesia ini adala Hubbul Wathan Minal Iman yang berarti cinta kepada tanah air adalah sebagian dari iman. Ini sangat melekat khusunya pada para Kiai dan santri. Tetapi harus melekat juga kepada semua warga Indonesia sebagai bukti cinta kepada tanah air Indonesia ini.

Sebagai mahasiswa kita harus memiliki Nilai-Nilai hidup, Orientasi Hidup, dan Cita-Cita. Apabila ketiga prinsip tersebut sudah dilekatkan pada diri kita masing-masing tentu kehidupan akan berjalan baik. Para pelajar masa ini yang merupakan calon pemimpin di masa depan harus menyadari bahwa bangsa yang maju adalah bangsa yang mencintai kebudayaan lokalnya. Dengan demikian wayang sebagai contoh teladan para pelajar bisa meneladani sikap baik setiap tokoh pewayangan. Pelajar masa kini adalah kunci masa depan bangsa dan negara Indonesia.

Sekian dari saya, ada kurang lebih nya mohon maaf. Terimakasih.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendekatan Ma’na Cum Maghza

Pendidikan Generasi Muda

Pemikiran Nurcholish Madjid Terhadap Politik Indonesia