Filosofi Jawa

 Nama: Wakhidatus Zahro’un Nihlah

Resume Pancasila filosofi Jawa

Di era zaman yang seperti ini banyak sekali anak-anak, remaja, dan pemuda yang belum lancar dalam mengucapkan bahasa Jawa dalam keseharian kehidupan bersama. Ungkapan orang Jawa “ wong jowo ora jawani ” artinya orang Jawa yang hilang akan rasa ke jawaban nya. Pada saat zaman sekarang ini orang orang banyak yang melupakan apa yang berkaitan dengan budaya Jawa. Istilah orang Jawa “Alon Alon penting kelakon” inilah kebiasaan yang sering dilakukan orang Jawa. Bukan berarti orang Jawa itu lelet atau lemot tetapi dengan kebiasaan ini menunjukkan bahwa orang Jawa itu lebih teliti dan waspada dalam menyikapi suatu keadaan apapun. Bisa disebut juga dengan sedia payung sebelum hujan itulah salah satu dari kebiasaan orang Jawa.

Pandangan hidup orang Jawa mengenai milenial anak muda zaman sekarang yang telah melupakan filosofi Jawa. Dengan ini untuk mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan filterisasi budaya Jawa. Sebagai orang Jawa kita tidak bisa langsung menerima dengan gampang atau mudah kebudayaan yang masuk, kita harus menyaring budaya tersebut sesuai terns budaya Jawa. Jangan sampai budaya dari luar masuk begitu saja tanpa adanya filterisasi terlebih dahulu.

Para remaja dan pemuda yang menganggap Jawa itu kuno, mereka semua harus sadar dan terketuk hatinya untuk menyadari kebudayaan Jawa yang sangat menarik dan bermacam. Ada istilah Jawa “kebo nusu kudel” Artinya orang tua yang belajar kepada anak. Ini yang sekarang marak contoh nya alat komunikasi handphone orang tua banyak belajar menggunakan handphone dengan anak nya.

Orang Jawa terkenal dengan menjaga tata Krama dan penampilan yang tertutup. Tentu orang Jawa menjaga penampilan yang tertutup dan sesuai syariat yang tidak memperlihatkan aurat nya. Orang Jawa sangat cepat dan tanggap “ tanggap pasmito” dalam istilah ungkapan atau ucapan yang menurut orang Jawa adalah suatu yang sudah ada sejak dahulu. Contohnya seperti jangan makan di tengah pintu, jangan makan sambil berdiri. Ini sudah menjadi kebiasaan dalam pengungkapan orang Jawa. Orang Jawa yang mengetahui dan melakukan tata Krama dengan tepat disebut dengan orang Jawa yang jawani. Adanya ungkapan, renungan, kiasan ini bertujuan dalam filosofi Jawa untuk mencapai kesempurnaan.

Dengan kondisi yang seperti ini sangat perlu orang tua untuk memupuk kan kebiasaan kejawaan ini kepada anak-anak nya. Karena pada era yang seperti ini sudah mulai luntur kebiasaan orang Jawa yang khas dengan tata Krama dan sopan santun yang sangat mendasar dalam kehidupan orang Jawa.

Sejarah nya Jawa itu sudah ada sejak zaman dahulu dari Walisongo, tetapi sebelum itu Jawa adalah peradaban besar dengan kebudayaan yang tinggi pada abad ke 9 Masehi bersama an dengan renaisans dan pada abad ke belas an bersama an dengan adanya Walisongo. Bisa disebut dengan keadaan dari Jawa kuno ke Jawa modern.

Sebagai orang Jawa maka berbanggalah memiliki kebudayaan Jawa yang sangat khas. Warisan budaya Jawa yang kita miliki itu semua adalah cerminan dari leluhur kita yang memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam menciptakan dan mewariskan budaya dan filosofi Jawa. Agar dapat dirasakan dan di terapkan untuk anak cucunya seperti kita ini.

Pada zaman sekarang ini rasa bangga dan kepedulian terhadap budaya kurang melekat pada generasi pemuda, ketertarikan dan minat mereka untuk menjaga dan melestarikan serta mempelajari budaya Jawa sangat berkurang. Mereka malah lebih tertarik dengan budaya asing. Hal ini harus segera diatasi agar para generasi muda tidak terbalas meninggalkan budaya Jawa. Usaha untuk menyikapi keadaan yang seperti ini dengan menerapkan dan menjalankan kebiasaan kebudayaan Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Dan banyak lah untuk meneladani sikap dan perilaku baik dari para luluhur kita yang terdahulu contoh nya Walisongo.

Sekian... Terimakasih...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendekatan Ma’na Cum Maghza

Pendidikan Generasi Muda

Pemikiran Nurcholish Madjid Terhadap Politik Indonesia