Kebutuhan Manusia Terhadap Agama

 Judul Jurnal: Kebutuhan Manusia Terhadap Agama

Judul: Kebutuhan Manusia

Volume: Th XIV/Nomor 1/99-144

Tahun: 2013

Penulis: Muhammaddin

Reviewer: Wakhidatus Zahro’un Nihlah

Tanggal: 08 November 2020

KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA

Oleh Muhammaddin

Latar Belakang

Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial. Artinya, manusia tidak dapat hidup dan berkembang dengan baik tanpa bantuan orang lain. Substansi hubungan manusia itu pada pokoknya adalah saling memenuhi kebutuhan masing-masing. Agama yang merupakan risalah yang disampaikan Tuhan kepada para nabi-Nya untuk memberi peringatan kepada manusia. Memberi petunjuk sebagai hukum-hukum sempurna untuk dipergunakan manusia dalam menyelenggarakan tata hidup yang nyata. Mengatur tangung jawab kepada Allah dan masyarakat sekitarnya. 

Ada tiga alasan yang melatar belakangi perlunya manusia terhadap agama. Pertama fitrah manusia, hal ini terdapat diantara ayat Al Qur’an dalam surat Ar-Rum ayat 30 bahwa ada potensi fitrah beragama yang terdapat pada manusia. Dalam hal ini ditegaskan bahwa insan adalah manusia yang menerima pelajaran dari Tuhan tentang apa yang tidak diketahuinya. Kedua kelemahan dan kekurangan manusia, menurut Quraish Shihab pendangan Al Qur’an, nafs diciptakan Allah dalam keadaan sempurna yang berfungsi menampung dan mendorong manusia berbuat kebaikan dan keburukan. Hal ini terdapat pada ayat Al Qur’an surat Al-Syams 7-8 “Demi nafs serta penyempurnaan ciptaan, Allah yang mengilham kan kepadanya kefasikan dan ketaqwaan”. Menurut Quraish Shihab kata mengilhamkan berarti potensi agar manusia melalui nafs menangkap baik dan buruk. Ketiga tantangan manusia, faktor yang menyebabkan manusia memerlukan agama karena manusia dalam kehidupannya menghadapi berbagai tantangan baik dari dalam maupun dari luar. Tantangan dari dalam berupa hawa nafsu dan bisikan setan (QS 12:5 ; 17:53). Sedangkan tantangan dari luar dapat berupa rekayasa dan upaya yang dilakukan manusia yang secara sengaja berupaya ingin memalingkan manusia dari Tuhan. 

Tujuan Penelitian Jurnal

Jurnal penelitian ini bertujuan sebagai berikut:

Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan “ mengapa manusia membutuhkan agama? ”.

Untuk mengetahui pengertian serta pemahaman mengenai pengertian agama, kedudukan agama dalam kehidupan, dan latar belakang perlunya manusia beragama.

Metode penelitian

Metode yang digunakan oleh penulis untuk menganalisis mengenai kebutuhan manusia terhadap agama, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pendekatan kualitatif ini merupakan metode yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis.

Hasil Penelitian

Resume dari Kebutuhan Manusia Terhadap Agama.

        Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya sudah dilengkapi dengan kemampuan mengenal dan memahami kebenaran yang terpancar dari ciptaan-Nya. Al Qur’an dipakai untuk menunjukkan kegiatan manusia yang luas yang terletak pada kemampuan akalnya. Al Qur’an menyebutkan pengertian lahiriyah manusia yang membutuhkan makan, minum, pakaian, tempat tinggal, hidup yang kemudian mati. Potensi beragama yang dimiliki manusia terdapat pada Al Qur’an surat Al A'raf ayat 172 bahwa manusia secara fitri merupakan makhluk yang memiliki kemampuan untuk beragama.

        Dalam kamus umum bahasa Indonesia agama berarti segenap kepercayaan ( kepada Tuhan, Dewa, dan sebagainya) serta dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang terdapat dengan kepercayaan itu. Agama berasal dari dua suku kata, yaitu a berarti tidak dan gama berarti kacau. Jadi, agama berarti tidak kacau. Pengertian ini sejalan dengan kandungan agama yang didalamnya berisi peraturan-peraturan yang merupakan hukum yang harus dipatuhi oleh penganut agama yang bersangkutan.

        Orang yang menjalankan kewajiban bergama dan patuh kepada perintah agama akan mendapatkan balasan yang baik dari Tuhan, sedangkan orang yang tidak menjalankan kewajiban dan ingkar terhadap perintah Tuhan akan mendapatkan balasan yang menyedihkan.

        Adapun kata relegere yang mengandung arti yang mengumpulkan dan membaca. Pengertian demikian itu juga sejalan dengan isi agama yang mengandung kumpulan cara-cara mengabdi kepada Tuhan yang terkumpul dalam kitab suci yang harus dibaca.

        Ada empat unsur yang menjadi karakteristik agama yaitu, Pertama unsur kepercayaan yang terhadap kekuatan ghaib, kekuatan ghaib tersebut dapat berupa bentuk benda yang memiliki kekuatan misterius, ruh atau jiwa yang terdapat pada benda tersebut. Kedua unsur kepercayaan bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat tergantung pada hubungan yang baik. Hubungan yang baik dapat diwujudkan dalam bentuk peribadatan, selalu mengingat-Nya, melaksanakan segala perintah-Nya, dan menjauhi semua larangan-Nya. Ketiga unsur yang bersifat emosional dari manusia, respon dapat berupa rasa takut pada agama primitif dan respon cinta pada agama Monoteisme. Keempat unsur paham adanya yang Kudus (sacred) dan suci dalam bentuk kekuatan gaib. Dalam kitab suci mengandung ajaran agama yang bersangkutan, tempat agama, dan sebagainya. Jadi, ajaran yang berasal dari Tuhan / renungan dari manusia yang yang terkandung dalam kitab suci secara turun-temurun yang diwariskan kepada generasi selanjutnya.

        Terdapat lima aspek yang terkandung dalam beragama yaitu, pertama aspek asal usulnya, agama yang berasal dari Tuhan seperti agama samawi, dan ada yang berasal dari pemikiran manusia seperti agama Ardhi atau agama kebudayaan. Kedua aspek tujuannya, yaitu untuk memberikan tuntunan hidup agar berbahagia di dunia dan akhirat. Ketiga aspek ruang lingkupnya, yaitu keyakinan akan adanya kekuatan ghaib, respon yang bersifat emosional, dan adanya yang dianggap suci. Keempat aspek pemasyarakatannya, yaitu disampaikan secara turun-temurun dan diwariskan dari generasi ke generasi lain. Kelima aspek sumbernya, yaitu berasal dari kitab suci.

        Kata islam berasal dari bahasa Arab yang berarti agama Allah yang disyariatkan sejak zaman nabi Adam as hingga nabi Muhammad Saw. Kata islam berasal dari kata “salam” yang artinya selamat, aman, sentosa, sejahtera. Yaitu aturan hidup yang dapat menyelamatkan manusia di dunia dan di akhirat. Menurut syekh Mahmud Syaltut mengatakan bahwa agama yang ajarannya diturunkan melalui nabi Muhammad Saw dan menegaskan untuk menyampaikan agama tersebut kepada seluruh umat manusia dan mengajak mereka untuk memeluknya.

        Fungsi dan kedudukan agama dalam kehidupan manusia adalah sebagai pedoman, aturan, undang-undang Tuhan yang harus ditaati dan harus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Agama sebagai way of life sebagai pedoman bagi orang yang hidup harus dilakukan dalam segala kehidupan. Orang yang beragama dapat mendisiplinkan diri sendiri, menguasai hawa nafsu sesuai dengan ajaran agama. Dan orang yang beragama akan berbuat baik sebanyak-banyaknya dan menjauhi segala perbuatan yang keji dan mungkar.

 Kesimpulan

        Agama yang diturunkan Tuhan untuk semua makhluknya adalah agama yang didalamnya terdapat peraturan-peraturan , perintah-perintah, hukum-hukum yang harus dijalankan oleh umat yang menganutnya. Dengan demikian agama Islam berarti suatu sistem keyakinan, penyembahan, aturan-aturan Allah yang mengatur segala kehidupan manusia dalam berbagai hubungan baik hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan alam, dan Agama Samawi dan islam.

        Ada empat unsur yang menjadi karakteristik dalam agama yaitu unsur kepercayaan terhadap kekuatan ghaib, unsur kepercayaan bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan hidup dunia dan akhirat tergantung pada hubungan baik, unsur respon yang bersifat emosional dari manusia, dan unsur paham adanya yang Kudus (suci). Dan terdapat lima aspek penting yang terkandung dalam agama yaitu, aspek asal usulnya, aspek tujuannya, aspek ruang lingkupnya, aspek pemasyarakatannya, dan aspek sumbernya.

        Agama sangat berguna dan bermanfaat dalam kehidupan manusia. Agama sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, sebagai tuntunan hidup yang didalamnya terdapat peribadatan yang senantiasa selalu mengingat kepada Tuhan-nya, sehingga umat yang menganutnya tidak melakukan dosa atau perbuatan yang tidak baik. Dengan beragama membuat manusia lebih melakukan perbuatan yang baik dari pada perbuatan yang buruk. Oleh karena itu, sangat penting sekali agama dalam kehidupan manusia sebagai penyeimbang dan pengarahan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

 Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dari jurnal yang berjudul kebutuhan manusia terhadap agama adalah menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dapat dimengerti oleh pembaca.

Kekurangan dari jurnal ini adalah karena penulisnya sangat kecil sehingga membutuhkan ketelitian dan kejelian dalam membacanya.

Sekian, terimakasih.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendekatan Ma’na Cum Maghza

Pendidikan Generasi Muda

Pemikiran Nurcholish Madjid Terhadap Politik Indonesia