Lika liku keberhasilan
LIKA LIKU KEBERHASILAN
Aku berlarian dan berteriak bersama semua temanku, karena tepat hari ini kelulusanku sekolah dasar. Aku dan teman-teman sangat menikmati hari ini dengan merayakan nya di warung makan. sampai acara makan sudah selesai semua segera pulang ke rumah masing-masing. Ada suatu hal yang menganggu pikiran ku, pasti sebentar lagi akan ada keputusan dari orang tua tentang kelanjutan pendidikan untuk ku.
Selama ini kita semua di tuntut melakukan pertimbang terlebih dahulu belum mengambil keputusan, memang benar apapun keputusan yang diambil harus dipikirkan matang-matang. Oleh kerena itu aku dan kedua orang tuaku berdiskusi mengenai masalah ini, setelah beberapa menit berlalu kami menemukan titik temu dari masalah tersebut."Zera, bagaimana kalau setelah ini kamu melanjutkan sekolah di pondok pesantren nak?" tanya bapak kepadaku. "melanjutkan di pondok pesantren, pak! bagaimana dengan sekolah formal ku?" tanya ku penuh keheranan. "Nak, di pondok pesantren itu kamu mendalami ilmu agama dan kamu juga sekolah umum untuk ilmu pengetahuan" Terang ibu. "Karena itu, bapak ingin aku melanjutkan di pondok pesantren, baiklah aku mau menuruti keinginan bapak ibu" sambun ku dengan mantap.
Tiba suatu hari dimana pendaftaran Ponpes Al-Azhar Pandanaran dibuka. Aku dan kedua orang tuaku sampai di ponpes pukul 09.00 pagi. Langsung saja aku menuju ruang pendaftaran. Selang beberapa menit aku mengisi formulir pendaftaran. Aku mulai mengisi formulir dari namaku yang biasa dikenal dengan Zera Alfaria Syaqila, umur dan asal sekolah. beberapa menit kemudian setelah selesai mengisi formulir aku segera melunasi administrasi yang diberikan.
Beberapa hari kemudian tiba saatnya untuk berangkat ke pondok pesantren. Aku akan berpisah dengan keluargaku serta teman-temanku. Jujur semua itu sangat berat untukku, karena seumur hidup belum pernah pisah dari mereka. Tetapi aku yakin ini semua aku lakukan demi kebagiaan kedua orang tua.
Tepat tanggal 8 Agustus 2014 aku dan orang tuakuku sampai di Ponpes Al-Azhar Pandanaran pukul 08.00 pagi. Bapak dan ibu mengantarkan ke kamar bagianku, untuk membantu merapikan semua perlengkapanku. Setelah selesai aku dan orang tua ku rowan ke rumah Abah pengasuh ponpes untuk meminta do'a dan menyerahkanku sebagai santri Ponpes Al-Azhar Pandanaran.
Pada saat awal masuk pondok memang begitu mengharukan, aku masih sering menangis karena teringat orang tuaku. Namun aku tetap mengingat tujuanku bahwa aku ada di ponpes ini adalah yang terbaik untukku. Selang beberapa hari aku sudah memiliki banyak teman. Kegiatan di pondok dan kbm sekolah formal di mulai.
Berhari-hari aku lalui dengan ikhlas dan penuh semangat, hingga kebiasaan yang biasa aku lakukan dirumah terbawa sampai sekarang. Seperti, cara belajarku. karena dari kecil ibuku membiasakanku untuk selalu belajar setiap hari tidak hanya pada saat ujian saja. Dengan demikian, Alhamdulillah aku mendapat hasil dari usaha belajarku. Aku mendapat juara di sekolah umum dan aku juga mendapat juara di madin pondok. Puji syukur ku ucapkan karena mendapat hasil yang memuaskan. Dengan ini aku pun menjukkan bahwa aku sungguh-sungguh dalam belajar di pondok.
Tidak terasa tiga tahun lamanya aku menempuh pendidikan di ponpes. Hingga saatnya aku untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA. Orang tuaku pun langsung memberikan keputusan padaku. "sebaiknya SMA juga tetap di pondok pesantren ya, Nak?" ucap bapak. "aku melanjutkan sekolah di ponpes lagi pak?" jawab ku kaget. "iya, itu justru lebih baik. Sekarang pergaulan di luar itu sangat mengkhawatirkan" jelas ibu. "baiklah pak, buk, aku menuruti keputusan kalian" jawabku.
hasil keputusan dari keluargaku bahwa aku harus tetap melanjutkan sekolah SMA di pondok pesantren karena itu keputusan yang terbaik dari keluarga. Karena orang tuaku sangat mengkhawatirkan jika aku sekolah di luar yang pergaulannya bebas. Aku pun tidak memikir berat karena jika aku melanjutkan di ponpes aku sudah memiliki banyak teman.
tepat tanggal 17 September 2017 aku mulai menjadi siswa SMA Ad-dzikri Ponpes Al-Azhar Pandanaran. seperti, biasanya aku melewati hari hari di ponpes dengan senang. Hingga suatu saat aku dikagetkan dengan undangan yang teruntuk diriku. Aku buka dan membaca undangan tersebut dan aku sangat kaget sekali. "Apa! aku mendapat undangan ketua HS" ucap ku dengan nada tinggi. "ye ye ye, selamat ya, Zera" sontak teman temanku kompak. ketua HS itu seperti pemimpin dari beberapa kamar.
Terus saja ada dalam pikiranku, "kenapa aku mendapat undangan kandidat?" batinku terheran. Itu artinya akan ada tanggung jawab baru, tugas baru, dan kewajiban yang harus aku lakukan. jika, aku yang terpilih nantinya. Sampai suatu malam pemilihan kandidat, aku sangat takut. Pemilihan ketua HS baru dari tiga kandidat lain, kandidat pertama Raina Salsabila, kandidat kedua Zera Alfaria Syaqila, kandidat ketiga Atina Fauzah. Hua Hua rasanya aku ingin berteriak dan seketika namaku Zera Alfaria Syaqila yang di panggil dan di sah kan menjadi ketua HS baru periode 2018/2019.
Sisi positif menjadi ketua HS benar benar mengenakan. Aku mendapat banyak pengalaman baru yang mencerahkan, bagaimana cara tanggung jawab ke banyak orang. Dan mendapatkan banyak motivasi juga nasehat dari atasan. satu tahun sudah aku jalani kepemimpinan ku dengan ikhlas dan sabar. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan semua anggota dapat menyelesaikan tanggung jawabnya masing-masing.
tiba saatnya dimana masa kepemimpinan ku selesai, aku menduduki kelas tiga SMA. Dimana saat fokus-fokusnya belajar untuk menghadapi Ujian Nasional. Sehingga banyak waktu kebersamaan berjuang bersama yang terkesan. Karena di ponpes jam 23.00 harus sudah tidur, Aku dan teman seperjuangan ku sapa saja Fitria, selalu rela begadang hingga jam 01.00 untuk menyelesaikan tugas kelas 12 yang sangat padat.
Sehingga tiba suatu hari untuk pendaftaran jalur perkuliahan. Saat itu SNMPTN sepertinya, Alhamdulillah aku berada pada peringkat kedua dari 312 seluruh siswa putra dan putri. Saat itu guru BP selalu menanyakan setiap kelas. Siapa saja yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi/perkuliahan. Aku sama sekali tidak tertarik karena setelah SMA aku ingin kursus Bahasa Inggris. Namun banyak temanku yang menyemangati ku untuk melanjutkan kuliah. "sudahlah Zer, kamu kuliah saja nilai kamu juga bagus-bagus" kompak temanku mendukung.
Begitu banyak dukungan yang diberikan oleh teman-temanku. Akhirnya, aku berfikir panjang sepertinya, aku kuliah saja untuk menambah pengetahuan dan pendidikan yang semakin luas. Karena sudah habis waktu pendaftaran SNMPTN akhirnya, guru BP ku menyarankan untuk menunggu pendaftaran SPAN saja karena melalui jalur nilai raport.
Saat orang tuaku menjenguk ku di ponpes Aku langsung meminta izin untuk melanjutkan kuliah. "pak, buk, saya sebentar lagi lulus SMA setelah ini, saya ingin melanjutkan kuliah. insyaallah pendaftaran nya melalui jalur nilai raport, bagaimana pak, buk?" tanya ku dengan sangat berhati-hati. "iya tidak apa-apa kalau kamu ingin melanjutkan kuliah, bapak yang terpenting kamu harus sungguh-sungguh agar berhasil cita-citanya dan membanggakan bapak dan ibu" jawab bapak. "iya Nak, ibu berpesan kalau kuliah yang serius ingatlah, perjuangan orang tua untuk pendidikanmu" sambung ibu. Seketika aku menunduk dengan mata yang berkaca-kaca dan menjawab "iya pak, buk, insyaallah ridho dan do'a kalian semua semoga aku bisa lulus daftar kuliah"
tiba saatnya pendaftaran SPAN, karena harus memilih dua kampus,aku pun memilih IAIN Tulungagung Prodi Sosiologi Agama sebagai pilihan utama ku dan IAIN Kediri prodi Pgmi sebagai pilihan kedua. Aku selalu berdo'a semoga aku bisa diterima di jalur SPAN. Sampai saat dimana pengumuman kelolosan peserta SPAN, aku sangat mengucapkan banyak Hamdallah. Puji syukurku sembahkan akhirnya, aku diterima terima di kampus IAIN Tulungagung Prodi Sosiologi Agama.
harapanku memilih Sosiologi Agama karena pemikiran ku, sosiologi itu berkaitan dengan sosial kemasyarakatan dan bertambah ada agamanya. Kemungkinan ini sangat cocok dalam kehidupan karena begitu seimbang, mempelajari tentang sosial masyarakat dan keagamaan. Semoga saja aku dapat berhasil kuliah dan menyelesaikan kuliah ku tepat waktu. Agar aku dapat menggapai mimpi yang aku inginkan, mengangkat derajat orang tua ku dan membanggakan nya.
Setiap kesuksesan pasti membutuhkan perjuangan dan kerja keras. Teruslah berusaha sampai sesuatu yang di inginkan menjadi nyata. Janganlah mengeluh, saat dirimu mulai lelah, pusing memikirkan banyak tugas ingatlah kedua orang tua lebih lelah dan pusing darimu. Jangan pernah mundur di tengah perjalanan, karena tidak hanya dirimu yang rugi namun kamu juga menghancurkan harapan semua orang yang mendukungmu. Kembangkan kemampuan yang kamu miliki walaupun tidak seberapa tetaplah yakin kamu bisa menggapai semuanya, seperti kepompong butuh proses yang lama untuk berubah menjadi kupu-kupu yang indah. SEKIAN, ada kurang lebih nya saya mohon maaf sebesar-besarnya.
Nama: wakhidatus zahro’un nihlah
Jurusan/fakultas: ushuluddin adab dan dakwah
Prodi: sosiologi agama
Komentar
Posting Komentar