Mengejar Asa

   Review dari Novel Mengejar Asa 

Assalamualaikum wr.wb

Kuliah Kerja Cinta

bahril anak dari golongan orang yang hidup biasa namun bahril memiliki impian yang sangat tinggi setelah dia lulus dari madrasah Aliyah dengan nilai yang bagus tekadnya begitu ingin melanjutkan kuliah tetapi dia sadar dengan kondisi ekonomi keluarga nya setelah dia berbicara kepada bapak nya ternyata bapak nya berkata "wong sing miskin iku wong seng gak due mimpi" bahril pun senang dengan ucapan itu artinya bapak nya mendukung dia untuk kuliah

bahril memilih kuliah di malang mengambil jurusan matematika karena ekonomi nya tidak mencukupi dia kuliah sambil bekerja

saat awal masuk dia tinggal di Ma'had karena 2 tahun untuk mendalami bahasa Arab usai itu dia harus mencari tempat tinggal karena Ma'had akan di gunakan untuk mahasiswa baru setelah dia mencari kos karena uang nya gak cukup buat bayar kos akhirnya ia memutuskan untuk mencari masjid karena menjadi penjaga masjid bisa mendapatkan tempat tinggal di sana seharian dia menunggu masjid itu di buka hingga ada kakek tua yang datang dia langsung mengucapkan salam dan menyampaikan tujuan nya

sehingga dia di izinkan menjadi penjaga masjid 

bahril pun melakukan kuliah nya dengan keadaan yang seadanya terkadang dia mampir ke toko buku hanya untuk membacanya karena untuk membeli buku uang nya gak ada   

bersyukur sekali dengan tinggal di masjid menjadi penjaga karena dia tidak ingin menambah beban orang tuanya

bahril mengajak tiga temannya yang senasib dengan dia untuk tinggal di masjid

pada saat kuliah kosong bahril mengamati dua perempuan Veronica dan nadiya dua perempuan yang penampilannya terlihat berbeda Veronica berpenampilan lebih vulgar dan memakai pakaian yang presbody sedangkan nadiya berpenampilan anggun dan berhijab mulai itulah bahril kagum kepada nadiya

mereka bertemu di perpustakaan saling bercerita nadiya mengatakan " kamu tau Rozik atas tingkatkan kita dia baru saja menyatakan perasaannya tetapi aku tidak bisa menjawab nya karena aku tidak menyukainya"  

setelah mendengar apa yang di katakan nadiya bahril memberi saran"jika kamu tidak bisa menerima perasaannya tolak lah dengan baik jangan sampai dia tersinggung karena laki2 akan nekad jika dia merasa tak dihargai"

nadiya" ya sudah kamu saja yang mencari kan aku pesan ya"

setelah selesai berbincang keduanya sama-sama pulang

bahril banyak melakukan kegiatannya membersihkan masjid merawat taman dan mengumandangkan adzan 

saat ku dosen yang paling bahril suka adalah Bu Aliya beliau sangat beda dengan dosen lain beliau sering memberikan motivasi sehingga kuliah bahril sudah sampai pada saat wisuda hari yang begitu dia nantikan orang tuanya pun datang dari jauh untuk menghadiri wisuda nya 

nilai yang baik mengingat yang dia inginkan bahril sangat ingin menjadi guru setelah selesai S1 nya bahril melanjutkan S2 nya dengan pengajuan beasiswa nya sempat bingung mengambil jurusan karena beasiswa jurusan matematika tidak ada sampai akhirnya Bahrul mendapat brosur dari ITS dengan jurusan statistika 

bahril sangat membenci jurusan itu tetapi dia selalu ingat pesan Bu Aliya suatu yang tidak suka akan menjadi yang kita sukai dengan cara pandang kita sendiri

bahril pun akhirnya menyukai statiska

sambil menunggu kuliah dia mencari kerja sebagai guru 

setelah wisuda S1 nya dia berpisah dengan nadiya mereka sama2 telah merasakan perasaan yang sama namun belum saatnya untuk menikah kakak dari nadiya dan bahril belum menikah menurut orang Jawa harus urut dari yang lebih tua

saat pindah ke Surabaya untuk melanjutkan S2 nya bahril mencari masjid namun tidak begitu ada seperti di malang akhirnya dia menemukan tempat orang mengaji dan dia tinggal di sana karena tempat itu yang punya seorang kyai dia sangat hormat dan sangat dekat dengan kyai Sudadi namanya

sehingga suatu saat anak kyai memangil nya"kak ditimbali Abi"

bahril kaget dan penasaran tidak mungkin tidak ada apa apa kalau kyai Sudasi memanggil nya ternyata benar maksud nyai beliau ingin menjodohkan putrinya Sarah dengan bahril jika bahril belum mempunyai calon

namun ternyata bahril belum bisa menerima perjodohan itu karena dia masih terus menunggu nadiya

sehingga suatu hari saat wisuda S2 nya akan tiba bahril bertukar kabar dengan nadiya melalui telepon mengharap nadiya bisa menghadiri wisuda nya karena orang tuanya yang sudah lanjut usia dia tidak tega jika perjalanan jauh yang melelahkan untuk hadir di wisuda bahril

hari wisuda pun tiba bahril sangat bahagia walaupun tidak ada seorang kerabat yang hadir di wisuda nya

saat dia benar benar ingin menghindari karena merasa sendiri ternyata ada yang memanggilnya dan ternyata Nadiya benar bahagia bukan main perasaan bahril

selesai itu nadiya memberi kesempatan bahril untuk datang langsung ke rumah nya untuk meminta izin kepada ayahn nadiya dan mendapatkan restu dari orang tuanya nadiya tinggal menunggu hari pernikahannya

tiba hari pernikahannya bahril mengundang teman nya mengucapkan ijab qobul dengan mantap 

seusai itu bahril mendapatkan surat panggilan dari UIN Malang

ternyata impiannya menjadi guru terwujud bahkan seorang dosen sungguh luar biasa niat tekad perjuangan nya untuk mencapai impiannya tidak sia2 dan terwujud...

Sekian Terimakasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendekatan Ma’na Cum Maghza

Pendidikan Generasi Muda

Pemikiran Nurcholish Madjid Terhadap Politik Indonesia