Pemuda

Nama: Wakhidatus Zahro’un Nihlah

Review Pemuda

Pemuda itu apa ?

      Pemuda adalah aset terpenting dalam sebuah negara, bangsa, dan agama. Karena pemuda bukan hanya sebagai harapan regenerasi, akan tetapi sebagai bibit-bibit yang akan meneruskan sebuah peradaban hingga datangnya hari akhir. Saat ini pemuda Islam mulai kehilangan semangat belajar, semangat berjuang, padahal tanpa disadari pemudalah yang akan meneruskan sebuah perjuangan-perjuangan Islam selanjutnya. Dengan ini sangat penting para pemuda untuk meyakini sebuah sunnah nabi Muhammad Saw untuk diteladani dalam kehidupan sehari-hari, dan senantiasa mendalami Al Qur’an dan Sunnah nabi Muhammad Saw dengan lebih baik dan benar. 

      Pemuda adalah harapan bangsa. Pada pemuda itulah terdapat baik dan buruknya suatu bangsa. Ketika para pemuda itu baik, maka baiklah bangsa tersebut. Dan sebaliknya apabila para pemuda itu buruk (berakhlak yang kurang baik), maka bangsa itupun akan di nilai buruk dan akan adanya kehancuran. Dengan demikian pemuda yang baik adalah cerminan yang baik bagi bangsanya. Dan “pemuda adalah harapan bangsa”, artinya, jumlah pemuda yang besar pada suatu negeri tidaklah bernilai apa-apa ketika tidak ada atau sedikit pemuda yang berkarya, mandiri, profesional, dan berakhlak yang tinggi. Karena itu sebagai pemuda harusnya aktif dalam permasalahan yang disekitar yang perlu diperhatikan dan diberikan solusi untuk menyelesaikannya.

Pemuda itu bagaimana ?

      Sejak dahulu bahkan sebelum adanya Islam, Allah SWT sudah mengutus para nabi dan rosul untuk menyampaikan kebenaran di bumi. Mereka semua dipilih dari para pemuda yang pandai bercakap, pandai berdebat, dan berani membela hak dan identitas diri. Seperti halnya cerita nabi Ibrahim as, sejak kecil beliau sudah berani bertanya, dan bercakap, bahkan sudah berani berdebat dengan lingkungannya demi mempertahankan hal yang menurutnya tidak logis untuk disembah. Dengan ini membuktikan bahwa pemuda itu adalah sosok yang harus pandai dalam bercakap, pandai dalam berdebat, dan berani membela kebenaran yang ada sesuai keyakinan dan kenyataan. 

      Pemuda yang baik tidak lepas dari pendidikan dan pengarahan yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Karena itu pendidikan pertama yaitu dari orang tua yang selalu mendidik kita menjadi anak dan pemuda yang baik berguna bagi bangsa dan negara. Pemuda itu dapat dilihat dahulu dari bangsa itu sendiri, pemuda itu ibarat gelembung dan gelombang. Kalimat yang sederhana tetapi memiliki arti yang mendalam. Sebagai pemuda apakah yang akan dipilih diantara gelembung dan gelombang ?. Apabila pemuda itu memilih gelembung, artinya Pemuda tersebut hanya dapat bergerak di tempat, karena gelembung itu bersifat ringan, mudah terombang-ambing (mengikuti kemana angin yang akan membawanya saat angin nya lemah, apabila angin yang kuat akan pecahlah gelembung itu). 

       Sebagai pemuda Hendaknya jangan seperti gelembung yang hanya dapat bergerak di satu tempat dan mudah terpengaruh atau terbawa suasana di sekitar. Jadilah pemuda seperti gelombang yang memiliki kekuatan yang besar dan dahsyat, ia selalu bergerak ke depan tanpa hentinya dari waktu ke waktu, ia selalu bersih dan membersihkan, di dalam gelombang pun tersimpan energi yang besar yang sangat siap menghantam terumbu karang, ini dapat dibuktikan dalam menyikapi permasalahan yang ada, sebagai pemuda harus besar dalam bertindak dan berjuang sebagai bukti usaha nya untuk menyikapi kondisi dan permasalahan yang ada.

       Karakter pemuda yang baik dengan kriteria antara lain memiliki iman, terbiasa ikhlas, semangat dalam berbagai hal kebaikan, dan suka beramal. Itulah karakter dari pemuda, pemuda yang baik adalah yang selalu mengevaluasi dirinya sendiri, agar menjadi pemuda yang lebih baik dan berguna. Pemuda yang senantiasa mengintrospeksi dirinya sendiri, ia akan lebih mengenal siapa dirinya, dan mengenal Tuhannya. Selanjutnya mereka akan termotivasi untuk selalu memperbaiki diri, Intropeksi diri dapat mendidik pemuda untuk berjiwa pembelajar “kenalilah dirimu, maka kamu akan mengenal Tuhanmu” disebut dalam (Al-hadist).

Mengapa ada Pemuda ? 

      Adanya pemuda dikarenakan Kepemudaan Indonesia sebagai sebuah periode “Transisi menuju kedewasaan” baik itu Pemuda laki-laki ataupun pemuda perempuan. Kedewasaan itu sangatlah penting dalam setiap individu dengan mereka sudah beranjak dewasa mereka menyadari bahwa pendidikan yang tinggi akan membawanya pada masa depan yang baik dan sukses. Pemuda akan berfikir yang kritis bagaimana menyikapi masalah yang ada di sekitarnya, dengan ini membuktikan bahwa adanya pemuda dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi. 

      Adanya pemuda sebagai penerus generasi bangsa, siapa yang akan meneruskan perjuangan kalau bukan Pemuda itu sendiri. Diharapkan untuk semua pemuda sebagai harapan bangsa harus dapat memenuhi dua syarat utama menjadi pemuda. Yang pertama, kehadiran para pemuda tidak membuat masalah atau menambah masalah. Yang kedua, sebagai pemuda kehadirannya diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan yang ada. Para generasi tua berkewajiban untuk memberikan pendidikan yang baik dan layak kepada para pemuda, mengajarkan moral yang baik, akhlak yang baik, dan keteladanan. Ini semua sangat penting diajarkan kepada para pemuda karena mereka adalah tonggak perubahan bangsa.

Peran pemuda dalam ke Indonesian generasi penerus bangsa

      Pemuda berperan sebagai Agent of change (agen perubahan) harus mengetahui masalah yang ada di negara ini, sebagai pemuda harus berfikir dan merenungkan permasalahan tersebut. Kita semua sebagai pemuda harus sama-sama berjuang dan mampu memberikan solusi yang praktis untuk bangsa Indonesia ini. Perubahan yang terjadi di masyarakat global maupun Indonesia bisa dipastikan melibatkan kaum pemuda sebagai pelaku utamanya.

      Melihat dari sisi generasi mengingatkan bahwa kaum pemuda memiliki sisi historis dan konteks masing-masing. Kondisi ini menjadikan peran kaum pemuda tersebut mengalami perubahan. Misalnya, kaum muda masa kolonial memiliki peran politik sebagai agen perubahan pada masa itu, sedangkan masa orde baru dan reformasi para pemuda berperan sebagai agen konsumsi. Dengan ini dapat dibuktikan bahwa pemuda berperan sebagai agen perubahan baik sejak dari zaman dahulu maupun sampai sekarang ini. 

      Perubahan yang sekarang dapat diwujudkan para pemuda dalam penyampaian hal baru dalam kehidupan masyarakat yang bersifat positif dan dapat diterima khalayak umum.Kaum pemuda berperan sebagai transisi, dianggap sebagai pendekatan deterministik yang menyakini bahwa pemuda bahwa pemuda mengalami tahapan kehidupan yang bersifat tetap dan universal. Pandangan ini sejalan dengan konsep fungsional yang menegaskan berbagai peran pemuda untuk mewujudkan keseimbangan. 

      Selanjutnya peran pemuda sebagai pencipta dan konsumen budaya. Pemuda yang kreatif dapat menciptakan berbagai hal baru yang bermanfaat, dan sebagai pemuda Indonesia tentu menjadi penikmat dari budaya yang ada di Indonesia, dengan menjalankan budaya yang biasa dilakukan sesuai kebudayaannya. Hal ini sebagai bagian dari strategi kaum pemuda untuk menghadapi derasnya arus globalisasi, sekaligus menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi agensi dalam budaya yang yang memilah dan memilih secara kritis.

Pemuda dan keanekaragaman kebudayaan Indonesia

      Dalam keanekaragaman di Indonesia berhubungan dengan kaum pemuda dengan media baru, diwujudkan dengan kaum pemuda yang mengakses media baru sebagai aktivitas yang banyak dilakukan dalam mengisi waktu luangnya. Kaum pemuda dan media baru sangat mempengaruhi dalam produksi dan konsumsi dari kultur media dan kultur kaum muda. Di era global sekarang ini, kita mengakui banyak media yang yang memberikan keuntungan dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya kemudahan dalam mengakses internet yang ada, semua orang sudah dapat mempermudah kehidupan sehari-hari, disaat mencari sesuatu yang tidak diketahuinya dapat mencari dan mengakses nya melalui internet. Di waktu yang bersamaan tersebut menunjukkan bahwa media membawa dan menciptakan pola baru dalam kehidupan. 

      Pada bidang komunikasi hal ini sudah menjadi wujud dari perubahan kaum muda menjadi modern, yang pastinya mengubah kebiasaan cara berhubungan dan berkomunikasi secara global dalam seluruh media baru. Adanya perubahan cepat teknologi informasi telah merubah cara berkomunikasi masyarakat, dari komunikasi oral menjadi Komunikasi verbal dan diubah menjadi komunikasi media baru. Media baru juga memunculkan variasi ruang informasi dan kemungkinan memunculkan nilai baru juga. Namun disisi lain semua ini termasuk kebutuhan, bagi kaum pemuda kebutuhan akan conection, community, dan creation dapat mempengaruhi eksistensinya. 

       Selanjutnya kaum muda dan media baru yang membawa perubahan. Pertemuan yang terjadi antara kaum pemuda dengan media baru memungkinkan babak sosial, meluasnya istilah digitalisasi, informasional, media sosial, dan teknologi informasi. Ini menunjukkan penciptaan nilai dan norma baru dalam interaksi untuk masa depan. Dengan demikian karena adanya media baru membuat pemuda menjadi lebih luas dalam mencari apa yang belum diketahui dengan jelas tidak menyalah gunakan adanya media baru tersebut dan dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Pendapat dalam mengkritisi mengenai pemuda

      Sebagai pemuda generasi penerus bangsa kita semua harus memiliki rasa cinta terhadap tanah air, berperilaku yang baik, berfikir yang kritis, dan peka terhadap masalah yang ada di sekitarnya. Sebagai pemuda jangan mudah terbawa dan tergiur dengan pengaruh yang negatif dari luar. Pemuda haruslah selektif dalam hal apapun. Pintar lah dalam menyikapi sesuatu kejadian yang ringan maupun berat dalam kehidupan yang dihadapi. Sebagai pemuda yang akan meneruskan perjuangan para pahlawan terdahulu harus mewujudkan cinta tanah air bisa diwujudkan dengan sering membeli dan mengkonsumsi produk dalam negeri, dan tidak sering belanja produk yang dari luar negeri. Serta memiliki sifat rela berkorban dalam segala sesuatu yang akan dilakukan demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

       Sebagai pemuda kita semua mengabdi kepada negara. Tidak hanya TNI dan Polri namun semua pemuda memiliki kesempatan sama dalam mengabdi untuk negaranya. Karena melihat kondisi yang saat ini banyak sekali faktor yang mengancam negara, sebagai pemuda harusnya waspada terhadap apa yang akan terjadi yang dapat menyebabkan adanya konflik atau permasalahan. Kita semua sebagai pemuda generasi penerus bangsa harus mencintai terhadap perbedaan dan keanekaragaman yang ada, karena hal itu sebagai pemersatu dan dapat memperkuat semangat persatuan dan kesatuan di negara Indonesia ini. Sebagai hakikat bangsa Indonesia keberagaman yang ada merupakan kekayaan yang harus di jaga dan dipertahankan.

Berikan Generalisasi Pemuda

      Pemuda atau orang muda adalah kunci dalam sebagian besar proses perubahan ekonomi dan sosial. Kaum muda punya konsep tersendiri tentang masa muda, sejauh mana yang dapat mereka lakukan, dan sejauh mana yang dapat mereka dapat dari kejadian sosial. Salah satu kejadian penting yang terjadi pada masa Pemuda di Indonesia, seperti contoh negara lain, ketika orang muda menempuh pendidikan lebih panjang dan tinggi, rata-rata usia awal pernikahan mereka naik dan memasuki dunia kerja di ukur. Tanpa sadar semakin lama mereka berada dalam keadaan yang sepenuhnya bergantung pada generasi orang tuanya yang kebanyakan orang merupakan bagian penentu dari kepemudaan. 

      Makna dari “generasi” yang sangat relevan dalam sejarah Indonesia, adalah sebuah generasi yang menjadi teori sosial berarti (hanya) jumlah signifikan pemuda mengembangkan dan mengungkapkan sebuah kesadaran diri sebagai “pemuda”, dengan menjalani peristiwa sosial dan historis yang sama serta menindaklanjuti dan mengevaluasi kesadaran tersebut. 

      Pemuda yang baik akan mencerminkan negara yang baik tetapi pemuda yang buruk (akhlaknya) akan mencerminkan negara yang akan dinilai tidak baik dan siap menerima kehancuran. Karena pemuda yang baik akan selalu mengevaluasi dirinya dan memikirkan matang-matang keputusan yang akan diambilnya. Tidak mudah terpengaruh dan tergesa-gesa dalam memberikan pendapat, sebagai pemuda yang kritis harus dapat memfilter budaya dan pengaruh yang masuk ke Indonesia. Kalau bukan Pemuda yang berperan penting dalam negara siapa lagi, karena pemuda sebagai penerus generasi bangsa. Pemuda berperan sebagai Agent of change (agen perubahan) diharapkan adanya pemuda dapat membawa perubahan-perubahan yang positif dan dapat di terima oleh masyarakat.

       Pemuda yang sedang berhubungan dengan media baru saat ini, harusnya dapat dengan cermat dan selektif dalam menggunakan nya, jangan sampai menyalahkan gunakan adanya media baru seperti, internet, gogle, untuk hal yang dapat merusakkan moral para pemuda. Pemuda yang baik adalah pemuda yang beriman, ikhlas, bersemangat, dan suka beramal. Sebagai pemuda sebaiknya dalam mengabdi untuk negaranya berusaha dan menunjukkan usaha terbaik untuk negaranya. Sebagai pemuda kita semua harus mencintai keberagaman dan perbedaan yang ada, karena menghargai perbedaan menjadi dasar sebuah persatuan di negara ini.

sekian, terimakasih.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendekatan Ma’na Cum Maghza

Pendidikan Generasi Muda

Pemikiran Nurcholish Madjid Terhadap Politik Indonesia