Interaksi Sosial
Nama: Wakhidatus Zahro’un Nihlah
RESUME dari “Social Interaction and Every Day Life”
Interaksi Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari
Anthony Gidens menyajikan sebuah laporan yang komprehensif namun mudah diperoleh melalui isu-isu sosial yang rumit yang ada dalam buku ini tentang mengubah lembaga-lembaga, struktur, dan nilai-nilai sosial dalam sosialisasi. Teks ini dirancang agar menarik dan menawarkan siswa untuk berpikir kritis.
Interaksi sosial adalah sebuah hubungan sosial yang dinamis baik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok secara timbal balik yang diwujudkan dalam bentuk tindakan sosial. Manusia membutuhkan manusia lain dalam kehidupan sehari-hari yang mendorong terjadinya Interaksi sosial. Interaksi sosial yang terjadi dapat mempengaruhi antara individu dengan kelompok untuk saling berhubungan dan berkomunikasi sepanjang kehidupan sehari-hari. Interaksi sosial dapat berjalan dalam kehidupan dengan syarat antara lain. Adanya kontak sosial (sosial contact) dan adanya komunikasi (communication).
Adanya kontak sosial tidak hanya terjadi karena tindakan dari seseorang tetapi juga terjadi karena adanya tanggapan atau (respon) seseorang terhadap tindakan sosial tersebut. Contohnya ketika ada seseorang teman atau keluarga yang melambaikan tangan maka tanggapan atau respon dari pihak lain yaitu membalasnya dengan melambaikan tangannya. Kontak sosial dapat terjadi baik secara langsung (primer) atau secara tidak langsung (sekunder). Selain primer dan sekunder kontak sosial juga dapat bersifat positif dan negatif. Suatu kontak sosial dapat dikatakan positif apabila kontak sosial mengarah pada kesepakatan atau kerjasama. Sedangkan kontak sosial dapat dikatakan negatif apabila kontak sosial mengarah pada pertentangan dan perselisihan.
Interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat membutuhkan berbagai bentuk komunikasi non-verbal dari tubuh manusia, seperti ekpresi wajah, dan gerakan anggota tubuh. Interaksi non-verbal terkadang biasa disebut dengan bahasa tubuh. Pada saat suasana hati yang senang tentu dari raut wajah terlihat berbinar atau senang, sebaliknya pada saat suasana hati sedang tidak baik tentu jelas terlihat pada raut wajah yang sedih atau marah. Saat kondisi yang kaget dari anggota tubuh pun refleks dengan mengangkat alisnya. Dengan demikian dari adanya refleks anggota tubuh sudah menunjukkan adanya komunikasi non-verbal yang terjadi. Ekpresi dari raut wajah seseorang baik sedang marah, sedih, atau senang itu sangat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya, dikarenakan ekpresi wajah tersebut merupakan bawaan dari setiap individu.
Komunikasi yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari mewujudkan interaksi sosial dalam masyarakat yang memberikan pandangan terhadap perilaku, informasi, berita, dan kegiatan kepada orang lain. Bentuk paling sederhana dari komunikasi adalah percakapan yang sering dilakukan sehari-hari, baik percakapan dengan keluarga, percakapan dengan teman, dan percakapan saat keluar rumah. Sebagai manusia tentu selalu membutuhkan komunikasi antara satu dengan lainnya. Saat bertemu teman spontan langsung menyapa dangdut juga melakukan percakapan dengan teman tersebut. Saat ada acara kumpul-kumpul keluarga juga melakukan komunikasi antara saudara yang hadir.
Dengan demikian sangat penting komunikasi dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengerat hubungan antara manusia satu dengan manusia lainnya. Komunikasi dapat dilakukan dengan media online seperti yang sudah sangat terkenal. Contohnya WhatsApp, Facebook, Instagram, dan sebagainya. Karena masa pandemi sekarang ini sangat sulit untuk berkomunikasi secara langsung, karena harus menjaga jarak demi kesehatan di masa sekarang ini. Dengan adanya media online dapat mempermudah berkomunikasi dengan teman dan juga saudara yang jauh. Contoh lainnya yaitu saat masa pandemi sekarang ini sekolah yang dilakukan baik dari tingkat SD, SMP, SMA, sampai dengan Perguruan Tinggi menggunakan media online, seperti gogle meet, gogle classroom, YouTube, dan juga telegram. Saat ini adanya kemajuan media internet sebagai berikut sangat mempermudah bagi para pelajar dalam melakukan sekolah online dari rumah.
Dalam kehidupan sehari-hari percakapan yang dilakukan merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kehidupan sehari-hari secara stabil. Manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan bantuan manusia lainnya dengan hidup yang berdampingan dengan masyarakat sekitar tentu membutuhkan percakapan sebagai wujud interaksi dan komunikasi antara sesama manusia. Sebagai contohnya saat salah satu dari tetangganya memiliki sebuah acara tentu tetangga lainnya ikut membantu agar acaranya cepat selesai. Saat ada yang melakukan kerja bakti disekitar lingkungan tentu langsung membantunya. Semua yang dilakukan masyarakat tersebut sebagai wujud dari adanya komunikasi dalam interaksi sosial.
Sosialisasi dalam masyarakat merupakan sebuah proses untuk menanamkan dan menerapkan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Sosialisasi dapat diwujudkan dari lingkup yang paling dasar dan awal yaitu sosialisasi dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Dengan adanya sosialisasi dalam keluarga akan membentuk karakter kepribadian setiap individu. Sosialisasi dari luar dapat didapatkan dari masyarakat disekitarnya.
Hubungan keluarga dalam kehidupan sehari-hari tentu membutuhkan keharmonisan dalam keluarga dengan cara saling menghargai dan memberikan perhatian antara keluarga tersebut. Namun menjaga hubungan keluarga yang selalu baik menang sulit, Terkadang dengan kondisi yang seperti ini kondisi dalam keluarga bisa menjadi buruk. Saat semua anggota keluarga memiliki kesibukan masing-masing yang berbeda, disitulah awal munculnya kerenggangan dalam sapa menyapa dan mempengaruhi retak nya kedekatan dalam keluarga. Karena saat semua sibuk dengan urusannya sendiri mereka seketika lupa dengan orang disekitarnya seperti keluarganya dan temannya. Seharusnya sebagai manusia yang saling membutuhkan dalam keadaan apapun kita harus tetap mengingat orang yang berada disekitarnya.
Stratifikasi sosial dalam masyarakat adalah sebuah perbedaan dalam masyarakat kedalam lapisan beberapa kelas yang bertingkat (hierarkis). Penggolongan dalam masyarakat secara bertingkat menyebabkan munculnya kelas sosial. Contohnya, masyarakat kelas atas, masyarakat kelas menengah, dan masyarakat kelas bawah. Adanya perbedaan kelas tersebut berkaitan dengan sesuatu yang dihargai dalam kehidupan masyarakat. Ukuran dan ketentuan yang digunakan dalam sistem stratifikasi sosial dalam masyarakat ini melihat dari kekayaan, kekuasaan, keturunan, kehormatan (prestise), dan jenjang pendidikan yang ditempuh. Stratifikasi sosial ini menyebabkan ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban individu atau kelompok dalam kehidupan masyarakat, karena terdapat tingkatan dan perbedaan kelas yang ada dalam kehidupan masyarakat tersebut.
Penelitian yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan bagaimana manusia dapat bertindak secara kreatif untuk mewujudkan realitas. Tindakan manusia yang kreatif mengandung makna dalam kehidupan dirinya dan orang lain. Meskipun kegiatan yang dilakukan dengan cara tertentu yang didorong oleh peran, norma, dan harapan bersama dalam kehidupan individu untuk memahami realitas secara berbeda menurut latar belakang mereka, minat, dan motivasi mereka. Peran yang dilakukan dalam kehidupan masyarakat, norma-norma dan harapan serta motivasi mereka dalam kehidupan masyarakat sesuai dengan setiap individu itu sendiri.
Selanjutnya gender, yang dapat diartikan sebagai keadaan dari setiap individu yang lahir secara biologis sebagai laki-laki atau sebagai perempuan yang kemudian memperoleh ciri-ciri sosial sebagai laki-laki atau perempuan yang feminitas dalam kehidupan masyarakat yang didukung oleh nilai-nilai atau simbol yang bersangkutan pada masyarakat. Gender ini melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikonstuksikan secara sosial maupun secara kultural. Misalnya laki-laki memiliki fisik yang kuat, rasional, dan gagah perkasa. Sedangkan perempuan itu fisiknya lemah lembut, lebih mudah terbawa perasaan, dan keibuan. Ciri-ciri tersebut sebenarnya bisa dipertukarkan atau saling berpindah posisi. Artinya, laki-laki yang lembut dan lebih berperasaan, demikian, perempuan yang yang kuat, rasional, dan perkasa.
Perubahan gender antara laki-laki dan perempuan ini dapat terjadi dari waktu ke waktu dan bisa berbeda di berbagai tempat. Pada zaman dahulu di suatu tempat, perempuan bisa menjadi kepala suku, tetapi sekarang di tempat yang sama, laki-laki lah yang menjadi kepala suku. Sementara di tempat lain justru sebaliknya. Dapat diartikan bahwa pertukaran antara sifat laki-laki dan sifat perempuan yang bisa berubah dari waktu ke waktu dan berbeda dari satu kelas dengan kelas yang lainnya. Harapan tentang bagaimana selanjutnya laki-laki dan perempuan tentang bagaimana perempuan dan laki-laki berperilaku dalam berbagai kondisi. Perilaku dan ide ini disosialisasikan melalui perantara keluarga, teman, agama, dan media yang ada. Melalui perantara tersebut gender terhubung kedalam peran-peran status sosial.
Peran sosial dalam masyarakat, seseorang yang memiliki status sosial dalam masyarakat berarti memiliki hak dan kewajiban. Individu yang telah melaksanakan hak dan kewajiban tersebut sesuai status atau posisi sosialnya, artinya individu tersebut telah menjalankan peran sosialnya. Dengan demikian peran sosial dapat diartikan sebagai tingkah laku yang dilakukan individu sesuai dengan status sosialnya. Peran sosial lebih dinamis, dan praktiknya peran sosial yang berjalan pada masyarakat jarang menimbulkan adanya konflik, hal ini dikarenakan individu memiliki lebih dari satu status sehingga menuntut dimainkannya lebih dari satu peran. Sebagai contohnya seorang ayah yang memiliki anak kecil, ia merasakan dilema memilih antara pergi untuk bekerja atau mengurus anaknya di rumah. Seorang ibupun bisa merasakan dilema yang sama seperti itu.
Peran sosial dalam kehidupan masyarakat ini dapat terjadi dengan waktu untuk memulainya dan dapat berakhir pada waktu berakhirnya, sebagaimana seperti drama teater. Contohnya ketika sudah pagi tiba seorang karyawan yang bangun dari tempat tidurnya lalu segera mempersiapkan diri untuk pergi bekerja ke kantor. Ia memiliki status sebagai karyawan tersebut. Disisi lain dapat diperhatikan bahwa setiap pagi ia memulai peran sosialnya sebagai karyawan, sore hari sepulang kerja, ia pun mengakhiri perannya sebagai karyawan. Dengan begitulah peran sosial dijalankan dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Peran sosial dalam kehidupan masyarakat terdapat tiga macam sebagai berikut. Pertama, peran ideal, yaitu peran sosial yang berdasarkan dengan status sosialnya. Biasanya peran ideal juga sesuai dengan keadaan masyarakat pada umumnya. Contohnya peran ideal seorang siswa dan mahasiswa adalah belajar. Ketika sedang mendapat tugas sekolah atau tugas kuliah, mereka mengerjakan dan menyadari peran sosialnya. Adapun seorang siswa atau mahasiswa yang tidak mengerjakan tugasnya dan kebanyakan mengeluh, seorang yang seperti ini sudah jelas tidak menjalankan peran sosialnya.
Selanjutnya yang kedua, peran yang diinginkan, yaitu peran sosial yang dilakukan seseorang karena dari keinginannya sendiri. Misalnya seorang ayah yang menjalankan perannya sebagai seorang kakak pada anak nya yang beranjak dewasa, atau seorang bos yang berperan sebagai mentor pada semua karyawannya. Peran sosial yang dilakukan ini sesuai dengan kehendak dan keinginan pribadi tanpa mempertimbangkan status sosialnya. Ketiga, peran yang dikerjakan, yaitu peran sosial yang dikerjakan oleh seseorang. Misalnya, seorang presiden di Indonesia yang sekaligus sebagai panglima tertinggi dan sebagai kepala pemerintahan. Ia mengambil keputusan untuk berperang atau tidak sebagai panglima tertinggi. Ia juga membuat regulasi sebagai kepala pemerintahan. Contoh lainnya seperti seorang ayah yang menjadi kepala dalam keluarga sebagai peran yang dikerjakan.
Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dalam sehari-hari, dengan interaksi yang mereka lakukan secara rutin dengan orang lain dapat memberikan struktur dan bentuk pada apa yang sudah dilakukan. Tentunya setiap individu dapat dapat belajar banyak mengenai dirinya sebagai makhluk sosial, dan yang berkaitan dengan kehidupan sosial itu sendiri, dari mempelajari dan menjalankannya. Kehidupan sehari-hari dilakukan seperti pengulangan perilaku yang sama dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun selanjutnya.
Dalam kehidupan masyarakat terdapat konsep sosial, yang artinya konsep keseharian yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang dapat dipahami secara umum dalam kehidupan masyarakat. Individu dapat mengubah masyarakat disekitarnya, terbukti dengan manusia tidak hanya berfikir dalam pendidikannya tetapi juga berfikir dalam mengambil kesimpulan dan pembelajaran dalam kehidupan masyarakat. Dengan ini dapat mengubah masyarakat menjadi ke arah sosial, yang mengalami masa perubahan, penyesuaian, dan pembentukan diri dilingkungan sekitarnya. Disamping itu, karena individu secara tidak sadar dengan menyesuaikan diri secara tidak langsung bersama-sama dengan individu lainnya, dapat dikatakan setiap individu memiliki peran masing-masing. Contoh dari konsep sosial yang paling dasar adalah adanya lembaga sosial yang mengatur segala aspek dalam kehidupan masyarakat seperti, lembaga ekonomi, pendidikan, politik, agama, dan lembaga keluarga.
Kehidupan manusia dalam Lingkungan masyarakat tidak lepas dari adanya ruang dan waktu, semua aktivitas yang dilakukan manusia selalu berkaitan dengan ruang dan waktu, semua yang dilakukan manusia melewati sebuah medium ruang. Ruang (dimensi spasial) artinya tempat berlangsungnya peristiwa sosial maupun peristiwa sejarah. Kebiasaan dari setiap manusia tidak lepas dari waktu yang dilakukan. Waktu (dimensi temporal) artinya waktu memiliki makna denotatif merupakan satu kesatuan: detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun. Sedangkan makna waktu secara konotatif adalah waktu sebagai suatu konsep. Dengan ini hubungan manusia selalu berkesinambungan antara ruang dan waktu.
Secara etimologi globalisasi berasal dari kata globe artinya bola dunia, globalisasi adalah sebuah proses mendunia atau menuju satu dunia. Globalisasi merupakan sebuah proses gerakan mendunia yang menunjukkan peningkatan antarbangsa dan antarmanusia diseluruh dunia melalui perdagangan, investasi, budaya populer, jaringan komunikasi. Globalisasi menunjukkan nilai-nilai kehidupan yang bersifat global. Ciri-ciri globalisasi antara lain: meningkatkannya interaksi yang melintasi batas-batas negara, terdapat persepsi yang bersifat transnasional seperti media massa, budaya, dan pariwisata, industri global semakin berkembang pesat, dan sebagainya.
Globalisasi tidak dapat dipisahkan dari adanya perkembangan teknologi. Melalui teknologi, manusia dapat mengakses segala kebutuhannya. Dalam perkembangan globalisasi menyebabkan perubahan di berbagai bidang kehidupan masyarakat. Pengaruh globalisasi dalam kehidupan sosial, seperti masuknya unsur-unsur yang berasal dari luar yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan masyarakat. Globalisasi mendorong perubahan nilai dan norma sosial pada masyarakat, serta masuk sebuah ideologi baru sebagai bagian dari modernisasi. Dalam bidang gaya hidup masyarakat, globalisasi membawa pengaruh yang besar, contohnya, globalisasi menyebabkan berkembangnya gaya hidup modern, gaya hidup yang kebarat-baratan (westernisasi), dan perilaku konsumtif yang berlebihan. Dalam bidang kebudayaan, globalisasi mempermudah suatu negara untuk memperkenalkan budaya daerahnya kepada negara lain. Globalisasi juga menyebabkan budaya suatu negara diadaptasi oleh negara lain, Dengan demikian sebagai manusia yang baik senantiasa harus memfilter semua budaya yang berasal dari luar. Dan selalu menjaga dan melestarikan budaya negaranya sendiri.
Dapat disimpulkan, perilaku yang dilakukan masyarakat ternyata dalam pemeriksaan secara cermat termasuk menjadi aspek yang kompleks dalam interaksi sosial. Contohnya, tatapan saat memandang orang lain dalam sebagian besar yang dilakukan untuk berinteraksi, kontak mata yang begitu singkat. Studi tentang interaksi sosial adalah para bidang fundamental. Banyak ekpresi yang berbeda-beda yang diungkapkan oleh setiap orang, dapat diketahui bahwa aspek dasar dari ekpresi emosi adalah bawaan dari setiap individu. Studi lintas budaya menunjukkan sebuah kesamaan yang cukup dekat antara anggota budaya yang berbeda baik dalam ekpresi wajah dan interpretasi emosi yang terdapat di wajah manusia. Studi tentang percakapan dan pembicaraan seperti biasa dapat disebut etnometodologi, yang diciptakan oelh Harold Garfinkel. Etnometodologi adalah sebuah analisis secara aktif yang dilakukan meskipun biasannya dengan cara yang diterima begitu saja, memahami apa yang orang lain maksud dengan apa yang mereka katakan dan lakukan. Kita dapat mempelajari banyak tentang sifat dan pembicaraan dengan adanya respon setiap terjadi sesuatu dalam kehidupan. Interaksi sosial dapat dipelajari dengan menerapkan dan menjalankan dalam kehidupan sehari-hari. Dapat diibaratkan dalam menerapkan interaksi dengan model dramaturgi seperti aktor dalam sebuah panggung. Semua interaksi sosial terletak dalam ruang dan waktu. Semua orang dapat menganalisis bagaimana kehidupan sehari-hari yang dikategorikan dalam ruang dan waktu, yang berhubungan dalam aktivitas yang terjadi dalam waktu tertentu dan dalam ruang tertentu pula. Beberapa dari Interaksi sosial bersifat universal dalam kehidupan masyarakat.
Komentar
Posting Komentar