Penguatan Nilai Pancasila
Tugas Review Pendidikan Pancasila
Spritualitas Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam Kebangsaan
Pemateri oleh Drs. KH. Yudian, MA., Ph.D.
PENDAHULUAN
Indonesia adalah bangsa yang majemuk dalam keberagaman suku, agama, ras, dan golongan. Sejak dulu prulalitas ini sudah disadari oleh para pendiri bangsa dan menjadi ciri khas masyarakat di Indonesia. Para pendiri bangsa berharap agar prulalitas yang sebenarnya di Indonesia tetap terpelihara dan terjaga secara utuh. Dalam rangka mewujudkan harapan ini, maka dilakukan dengan merumuskan suatu semangat hidup bersama. Rumusan ini berasal dari Pancasila dan bhinneka tunggal Ika yang ada pada jiwa bangsa Indonesia rumusan-rumusan rumusan tersebut yang menjadi semangat berbangsa dan bernegara di Indonesia. Dalam keutamaan hidup bangsa Indonesia dalam inti kultur bangsa Indonesia dengan nilai nilai spiritualnya. Dengan demikian Pancasila patut di jadikan sebagai spiritualitas kehidupan bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi kekuatan dalam proses spiritualitas yang tinggi. Pancasila sebagai spiritualitas kehidupan bangsa Indonesia. Artinya, gerak kehidupan bangsa Indonesia yang ideal dalam tatanan kehidupan yang dijiwai oleh nilai-nilai dasar Pancasila.
Pancasila yang mengandung nilai-nilai fundamental berbangsa dan bernegara. “Yang disebut dengan Fundamental atau menurut Bung Karno disebut “Philosophische Grondslag, sebagai dasar filosofis negara,”. Dalam Pancasila terdapat nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, nilai Persatuan Indonesia, nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan dan nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Spiritualitas nilai-nilai Pancasila ini harus diimplementasikan di dalam kehidupan berbangsa dan berrnegara. Serta, harus menyeluruh di dalam penyelenggaraan negara. Menurutnya, elit dan warga bangsa itu harus senafas dengan Pancasila. Tidak boleh negara dan bangsa ini, misalkan, mengakui atheisme sebagai sesuatu yang secara konstitusi diberikan hak hidup untuk jadi gerakan. Artinya lanjut dia, Pancasila harus melekat dengan nilai-nilai sosial atau nilai-nilai kemasyarakatan, seperti Gotong royong, saling menghormati, bekerja sama, ini menjadi contoh-contoh tradisi kehidupan yang telah mengimplementasikan spiritualitas sososial.
PEMBAHASAN
Pada tanggal 30 Desember itu tanggal apa dalam sejarah Islam. Tanggal 30 Desember itu adalah hari pembebasan kota Mekah atau fathu Makkah pada 30 Desember tahun 629 Masehi. pembebasan kota Mekah atau fatthu Makkah merupakan revolusi pertama tidak berdarah dalam sepanjang sejarah disebut juga dengan yaumul Marhamah atau hari kasih sayang. Dalam hukum internasional biasanya dalam revolusi negara yang kalah dalam revolusi dijatuhi hukuman mati dan negaranya terjajah. Tetapi Rasulullah Saw tidak memberlakukan hukum internasional itu lawan-lawan politik yang diberi amnesti, panglimanya yang kalah itu sudah diberi maaf diberi ampun dengan amnesti, bahkan masih diberi pensiunan. Sebagai salah satu revolusi pada zaman dahulu yang tidak berdarah yakni revolusi masa Rasulullah Saw dalam pembebasan kota Makkah atau fathu Makkah.
Pernah terjadi dalam sejarah sebelum Nabi Muhammad Saw, setahun kemudian Nabi Muhammad Saw mendapat semacam pengakuan PBB namanya wakalah tahun perwakilan maksudnya negara-negara tetangga datang memberikan pengakuan kepada Rasulullah sebagai pemimpin baru artinya revolusi yang menang atas pemimpin, tetapi harus ada dapat juga pengakuan dari negara lainnya. Rasulullah Saw adalah orang pertama yang berhasil revolusi tidak berdarah. Revolusi pertama tidak berdarah ini yang dimaksud dalam Alquran innaka la’ala khuluqin adzim, Nabi Muhammad itu di atas pondasi akhlak yang sungguh agung itu dengan akhlak yang terpuji.
Kaitannya peristiwa tersebut dengan Pancasila bagaimana. Jadi Ir.Soekarno dan Muh.Hatta yang mewakili bangsa Indonesia merupakan umat Nabi Muhammad yang paling mampu mewujudkan praktek politik lapangan tertinggi Rasulullah revolusi tidak berdarah. Terbukti dengan proklamasi bangsa Indonesia yang berjalan hanya 59 detik tidak berdarah dalam sepanjang sejarah dunia. Tidak adanya pertumpahan darah dalam proklamasi tersebut yang mempersatukan lebih dari 40 kerajaan atau negara merdeka pada zamannya masing-masing. Ini yang merupakan salah satu revolusi yang luar biasa sepanjang sejarah yang mana tidak ada korban dan tidak berdarah. Jika di sadari secara mendalam ini sebagai hal yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia yang telah melaksanakan proklamasi dalam waktu 59 dengan cara revolusi tidak berdarah.
Kekalahan yang dihadapi bangsa Indonesia pada waktu itu disebabkan oleh faktor internal antara lain: pertama, bangsa penjajah datang dengan senjata pistol atau senjata tembakan sedangkan bangsa Indonesia masih menggunakan keris, pedang, dan tombak, untuk melawannya. Mereka datang pakai bedil dalam bahasa jawanya, teknologi hasil revolusi industri pertama dalam sejarah keberhasilan ilmu alamiah dasar kimia biologi fisika teknik kedokteran yang telah merubah besi menjadi mesin. Khususnya di nusantara jatuh karena kita masih memakai keris, pedang, dan tombak dalam persenjataan yang digunakan pada masa itu. Dengan menggunakan senjata seadanya menjadi salah satu penyebab kekalahan bangsa Indonesia dalam teknologi militer. Yang kedua, penyebab internalnya yang paling kuat yaitu karena tidak bersatu pada masa itu, mengapa tidak bersatu?, ya karena semua wilayah memiliki negara masing-masing. Seperti kesultanan Aceh dengan dengan negaranya sendiri, kesultanan di Bali juga dengan negaranya sendiri. Karena keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia sangat banyak jumlahnya sekitar 42 antara kerajaan dan kesultanan yang ada. Banyaknya kerajaan-kerajaan memiliki negara masing-masing karena setiap kerajaan memiliki kedaulatan masing-masing, yang kedua karena antara kerajaan satu dengan lainnya terbatas oleh alam, laut, dan hutan yang luas di Nusantara. Penyebab kekalahan yang ketiga karena mudahnya diadu domba.
Dalam waktu hanya dalam 59 detik melalui upaya Ir.Soekarno dan Muh.Hatta Indonesia berarti salah satu bangsa dan umat Islam yang paling berhasil meneladani Rasulullah. Dibandingkan dengan negara lain yang melakukan revolusi bangsa Indonesia merupakan salah satu negara yang hebat dan istimewa karena mampu melakukan revolusi tidak berdarah. Bangsa Indonesia kalah karena tidak memiliki teknologi militer pada tahun 1942. Jepang datang tetapi, Belanda tidak melawan justru kembali pulang karena Belanda sudah paham bahwa mereka tidak akan bisa mengalahkan Jepang yang datang dengan teknologi militer yang lengkap. Ditengah perang dunia ke-2 ditengah kecamuk perang dunia ke-2, justru bangsa Indonesia bisa melakukan revolusi proklamasinya yang tidak berdarah justru dapat mempersatukan lebih dari 40 kerajaan pada masa itu. Inilah yang harus disadari bahwasanya Bangsa Indonesia adalah bangsa yang hebat, tangguh, dan luar biasa.
Bangsa Indonesia memiliki mu’jizat yang luar biasa yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Sumpah Pemuda, dan mu’jizat terbesarnya adalah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia menjadi dasar negara Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa Indonesia dengan semua keberagaman yang ada, karena “Bhinneka Tunggal Ika berarti walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua”. Sumpah pemuda ini terjadi pergeseran perjuangan yang bersifat kedaerahan masa lamanya atau lokalitas menjadi nasional dari keagamaan menjadi kebangsaan. Yang terakhir Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang menjadi mu’jizat terbesar bangsa Indonesia.
KESIMPULAN
Indonesia merdeka setelah dijajah selama bertahun-tahun, dengan semua perjuangan yang dilakukan untuk memerdekakan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, ir.soekarno dan Muh.Hatta melaksanakan proklamasi yang berjalan 59 detik tanpa adanya perlawanan dan pertumpahan darah. Ini merupakan sebuah revolusi yang tidak berdarah lagi seperti pada masa Rasulullah Saw, Ir.Sekarno dan Muh.Hatta sebaigai umat nabi Muhammad Saw yang mampu melakukan revolusi tidak berdarah. Mereka sangat hebat dalam mengatur strategi untuk mencapai kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 tanpa pertumpahan darah. Ini menjadi sebuah keistimewaan yang berbeda dari negara yang melakukan revolusi lainnya. Patut untuk disadari bahwa Indonesia adalah bangsa yang hebat, kuat, dan memiliki semangat perjuangan yang tinggi sehingga dapat mencapai kemerdekaan sebagai kebebasan bangsa dari penjajah. Sebagai negara yang memiliki banyak penduduk islam, agama Islam di Indonesia melahirkan spiritualitas yang religius, dan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia melahirkan spiritualitas ideologis, kebudayaan melahirkan spiritualitas sosial. Semua itu harus jadi bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan bangsa Indonesia dengan semangat persatuan dan kesatuan yang tinggi.
KRITIK
KELEBIHAN: Dalam pemaparannya materi yang telah disampaikan oleh Drs. KH. Yudian, MA., Ph.D. sangat menarik dan memberikan banyak pengetahuan mengenai arti penting sebuah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Beliau menjelaskan dengan jelas, memberikan contoh dan pemahaman dalam setiap materi yang disampaikan. Dapat diketahui sejarah dalam proklamasi sebagai revolusi yang terbaik karena tidak adanya pertumpahan darah. Dengan demikian setelah mendengarkan penjelasan materi dari Drs. KH. Yudian, MA., Ph.D. kita sebagai bangsa Indonesia semakin menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang hebat, tangguh, dan istimewa.
KEKURANGAN: Dalam penayangan video mengenai penguatan nilai-nilai Pancasila tersebut kekurangan terdapat pada bagian volume dalam video tersebut. Kemungkinan ini diakibatkan karena pengambilan video agak jauh, karena itu suaranya menjadi kurang jelas.
Komentar
Posting Komentar