Azaz-Azaz dan Ruang Lingkup Ilmu Antropologi

 

            Mata Kuliah              : Antropologi

    Mereview Pengantar Antropologi “Azaz-Azaz dan Ruang Lingkup Ilmu Antropologi”

Hasil Review

Perkembangan ilmu Antropologi terbagi dalam beberapa fase antara lain; Fase pertama, pada fase ini bangsa barat Eropa mendatangi penduduk pribumi Afrika, Asia, dan Amerika pada abad ke 15 akhir sampai pada abad ke 16 awal. Seiring bertambahnya tahun penduduk pribumi menjadi terpengaruh oleh bangsa barat Eropa sehingga memunculkan buku-buku kisah perjalanan, yang didalamnya berisikan ciri-ciri fisik masyarakat Afrika, Asia, dan Amerika serta budaya adat dan istiadatnya. Bangsa Eropa memiliki keterkaitan dengan ciri fisik dan adat istiadat bangsa pribumi Afrika tersebut yang tentunya berbeda dengan budaya bangsa Eropa. Sehingga dari hasil tersebut memunculkan pengetahuan baru yang disebut dengan Etnografi. Fase kedua, diperkirakan pada abad ke 19 yang ditandai dengan karangan-karangan yang memunculkan hasil Etnografi dari evolusi masyarakat. Kebudayaan yang tinggi dan bentuk-bentuk masyarakat barat, kebudayaan tersebut dilihat sebagai budaya primitif yang lebih rendah yang merupakan sisa dari kebudayaan zaman dahulu. Sekitar pada tahun 1860 munculnya klasifikasi mengenai keanekaragaman budaya yang ada dengan tingkat evolusi tertentu dan berbeda sehingga memunculkan ilmu Antropologi yang mempelajari masyarakat, kebudayaan primitif dan tingkat kuno masa dahulu sebagai sejarah evolusi dan penyebaran manusia.

Fase ketiga, sekitar abad ke 20 pada waktu itu berhadapan dengan bangsa diluar Eropa, karena dengan adanya ilmu antropologi membantu untuk mengetahui bangsa-bangsa di luar Eropa. Dianggap penting dalam mempelajari bangsa diluar Eropa karena untuk mengetahui bagaimana kehidupan mereka kemungkinan belum menerapkan kehidupan yang kompleks. Dengan mengetahui antara masyarakat yang kompleks dengan masyarakat yang belum menerapkan kehidupan yang kompleks keduanya bisa menjadi koreksi yang utuh mana yang lebih baik. Fase keempat, antropologi sudah mengalami masa perkembangan yang ditandai dengan bertambahnya pengetahuan, lebih teliti dalam penelitian, ketajaman dalam metode-metode yang digunakan. Sampai dengan munculnya tujuan ilmu antropologi yang terbagi dalam dua tujuan utama yaitu tidak tujuan akademial dan tujuan praktis. Tujuan akademial yang berfokus pada mempelajari manusia dengan ciri fisik, masyarakat, dan kebudayaannya. Tujuan praktisnya adalah membangun dalam masyarakat dan suku-suku masyarakat yang ada.

Ilmu antropologi berkembang antara lain di berbagai negara yaitu, Uni Soviet, Eropa Utara, Eropa Tengah, Amerika Serikat, Inggris, dan negara yang sedang berkembang. Di Amerika penerapan ilmu antropologi telah dilakukan dari fase pertama, fase kedua, fase ketiga, dan dilengkapi dengan pemahaman terhadap aneka warna masyarakat dan kebudayaan masyarakat sehingga fase keempat mampu berkembang. Sedangkan di negara Inggris dan Australia fase yang digunakan dalam ilmu antropologi masih dalam menjalankan fase ketiga yang mana hasil negara jajahan pemerintah akan memberikan perhatian khusus untuk penduduk dan masyarakat serta kebudayaannya. Di daerah Eropa  Tengah seperti; Jerman dan Swiss ilmu antropologi masih mempelajari diluar bangsa Eropa yang memiliki tujuan untuk mencari sejarah-sejarah penyebaran kebudayaan manusia, di daerah Eropa Utara ilmu antropologi diterapkan sebagai akademial yang banyak mempelajari daerah diluar Eropa. Sedangkan di Uni Soviet ilmu antropologi dianggap biasa saja karena dilihat sebagai ilmu yang mempelajari asal mula, evolusi, dan penyebaran kebudayaan bangsa manusia.

Dilihat dari bermacam ilmu berfungsi dan diterapkan dalam berbagai negara dengan konsep dan fase yang berbeda-beda, maka dapat diketahui bahwa ilmu mampu memberikan pemahaman yang digunakan sebagai alat untuk mengembangkan pengertian satu dengan pengertian lainnya yang sama-sama membahas mengenai anekawarna masyarakat dan kebudayaan dalam masyarakat yang ada. Selain itu, di negara Indonesia juga menerapkan ilmu antropologi yang mana di dalamnya terdapat dari tradisi-tradisi masyarakat, sehingga masih perlu adanya pemilihan dan kombinasi yang akan dilakukan untuk menggunakan ilmu antropologi yang tepat dengan tradisi dan kemasyarakatan negara Indonesia. Karena ilmu antropologi sendiri digunakan dalam penerapan ilmu praktis yang berdampingan dengan ilmu sosiologi sehingga mampu memberikan bantuan dan jalan untuk memecahkan masalah dalam kemasyarakatan. Banyak istilah muncul di negara lainnya mengenai ilmu antropologi, namun satu kepastian dari bangsa Amerika dan Inggris yang menyebutkan tetap ilmu antropologi yang mempelajari masalah yang berkaitan dengan perkembangan sejarah kebudayaan manusia.

Dengan demikian ilmu antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dalam ciri-ciri tubuh, maupun kebudayaan dalam kehidupan manusia. Adapun secara luas seperti yang dipahami oleh negara Amerika bahwa culture antropologi juga membahas mengenai ciri fisik dalam diri manusia. Dengan adanya perkembangan tahun serta semakin berkembangnya suatu ilmu dari pengaruh perkembangan manusia, maka munculnya beberapa kajian khusus yang menjadi bagian dari lingkup ilmu antropologi sebagai berikut; masalah asal dan perkembangan manusia, masalah sejarah terjadinya anekawarna manusia beserta dengan ciri fisiknya, masalah sejarah, asal, dan bahasa yang digunakan manusia, masalah penyebaran anekawarna kebudayaan manusia di dunia, dan masalah mengenai azaz-azaz dan kebudayaan manusia yang digunakan dalam hidup bermasyarakat dan berbangsa di bumi ini.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendekatan Ma’na Cum Maghza

Pendidikan Generasi Muda

Pemikiran Nurcholish Madjid Terhadap Politik Indonesia