Seandainya Dunia Tanpa Islam (Graham E Fuller) dan Teologi Pembebasan Islam (Asghar Ali Engineer)
Nama :
Wakhidatus Zahro’un Nihlah
Hasil Review “Kejayaan dan Kemunduran Islam Dan Gagasan Tokoh: Jika Dunia Tanpa Islam (Graham E Fuller) dan Teologi
Pembebasan Islam (Asghar Ali Engineer)”
Ketika membahas peradaban tentunya mengarah atas kontribusi dari
manusia juga dalam peradaban tersebut, manusia dapat menentukan kemajuan atau
kemunduran suatu peradaban yang ada di dalam kurun waktu tertentu. Kemajuan dan
kemuduran ini dapat dilihat dan dilihat dari berbagai sisi. Peradaban yang ada
di dunia ini salah satunya peradaban Islam, ketika membahasa peradaban Islam
terdapat masa kejayaan Islam dan kemunduran Islam. Masa kejayaan Islam bermula
dari pemerintahan rasulullah, berlanjut pemerintahan khalifah, sampai dengan
pemerintahan dinasti-dinasti pada masa tersebut. Kejayaan Islam ditandai dengan
berkembangnya kebudayaan Islam secara pesat dan mempengaruhi sebagian besar
dari dunia.
Pada masa kejayaan, peradaban Islam telah membuat kemajuan pesat
dalam banyak bidang pengetahuan.
Peradaban Islam mencapai kejayaan pada masa kerajaan Bani Abbasiyah yang
berpusat di Baghdad Irak. Masa keemasan Islam tersebut dengan dua elemen
kejayaan peradaban Islam dalam persektif ilmu pengetahuan dan kemajuan ilmu
pengetahuan mencakup ilmu agama maupun ilmu umum. Bani Abbasiyah berhasil memegang
kekuasaan kekhalifahan selama tiga abad, mengkonsolidasikan kembali
kepemimpinan gaya Islam dan menyuburkan ilmu pengetahuan dan pengembangan
budaya Timur Tengah. Namun, Islam juga mengalami kemundurannya yang dikarenakan beberapa
faktor seperti, peran sufisme yang tidak adil, buruknya kedudukan perempuan,
dan kemerosotan dalam bidang pendidikan.
Berlanjut membicarakan
salah satu karya Graham E Fuller dengan ungkapannya a world without Islam di
dalam karya tersebut menunjukkan bahwasanya membahas antara konflik Barat dan
Timur serta pengkaitannya dengan Islam atas konflik tersebut. Berdasarkan
analisa yang dikemukakan oleh Graham Fuller, ia memberikan sebuah eksperimen
dalam berpikir secara analitis agar dapat menunjukkan analogi juga seandainya
Islam tidak pernah ada atau tidak mempengaruhi jalannya sejarah dunia ini.
Bahwa di dalamnya termuat penuturan dari yang dikemukakan oleh Graham Fuller
secara provokatif dan mencerahkan. Graham Fuller menunjukkan sumber-sumber konflik yang memicu
terjadinya konflik dunia saat ini.
Karyanya a world without Islam secara jelas Graham Fuller
menunjukkan seandainya dunia tanpa Islam kemungkinan besar tidak akan terlihat
jauh berbeda dari keadaan dunia yang kita kenal saat ini. Sehingga Graham
Fuller juga menilai bahwasanya di dalam hubungan Barat dan Timur Tengah bukan
semata-mata soal agama, namun di dalamnya juga terdapat situasi yang sudah ada
sejak masa dahulu bahkan sejak sebelum penyebaran Islam. Selain itu, dalam situasi keamanan serta
masalah geopolitik yang ada di dunia modern saat ini juga tidak ada hubungannya
dengan Islam karena juga di telusuri lebih jauh dan lebih dalam situasi yang
terjadi semacam ini sudah ada sebelum masa penyebaran Islam di dunia.
Melalui gagasan Graham Fuller, bahwasannya ia mengemukakan bahwa
Islam bukan menjadi citra yang negatif, yang memicu ketegangan atau konflik.
Pada saat munculnya Islam di dunia ini, pandangan Graham Fuller mengenai Islam
juga bukan menjadi salah satu sumber permasalahan dan konflik dalam kekacauan
ini karena bagi analisisa Graham Fuller sebelum Islam ada di dunia memang sudah
terjadinya hal-hal yang bisa mengakibatkan konflik dan kekacauan. Melainkan Graham Fuller menempatkan Islam
serta mengartikan Islam tersebut sebagai agama pada umumnya yang menjadi bagian
keyakinan dari pemeluknya. Sehingga agama Islam dapat memberikan nilai-nilai
yang positif dalam kehidupan pemeluknya serta memberikan prinsip kebaikan yang
dilakukan secara terorganisir dalam kehidupan sehari-hari.
Berkaitan dengan a world without Islam, Graham Fuller
mendasarkannya dengan analisis historis secara mendalam ia pun menyusun sebuah
alternatif untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan orang Barat tersebut. Jika memang seandainya tidak pernah ada Islam
dalam mempengaruhi jalannya sejarah ini apa yang akan terjadi, Graham Fuller
dengan jelas ia mengungkapkan beberapa konflik tersebut. Sebagaimana perang salib meskipun tanpa perang salib Barat akan
tetap menyerbu dan menyerang Timur Tengah, hal tersebut didasari karena nafsu
yang dimiliki orang Barat dengan nafsu imperialisnya. Nafsu imperialisme adalah
untuk memperoleh kekuasaan dan keuntungan agar bisa memperluas wilayah dengan
menguasai negara yang diinginkan.
Serta India juga tidak akan memiliki kekayaan, jika tidak ada Taj
Mahal yang salah satunya berkaitan dengan Islam, Taj Mahal sebagai jejak
kehadiran Islam di India yang paling terkenal hingga saat ini. Demikian
berdasarkan ungkapan dan alternatif pemikiran yang diusung oleh Graham Fuller
terhadap ketegangan dan konflik-konflik di Barat dan Timur serta pengkaitannya
dengan Islam. Graham Fuller mampu memberikan pemahaman atas konflik-konflik
tersebut dengan sangat mencerahkan serta menunjukkan sumber-sumber sebenarnya
dari konflik-konflik yang memang terjadi di dunia saat ini.
Berlanjut membahas
mengenai gagasan teologi pembebasan dalam Islam yang dikenalkan oleh Asghar Ali
Engineer. Islam menjadi bagian dari agama yang tentunya di dalam sebuah agama
pada hakekatnya hadir di ke dunia ini untuk bisa membebaskan agama-agama
tersebut. Dengan kehadiran agama tentunya membentuk masyarakat untuk adil dan
sejahtera dalam berkehidupan.
Berdasarkan hal ini mengarah kepada salah satu agama Islam. Asghar Ali,
meyakini bahwasannya dalam Islam memiliki sumber ajaran dan sejarah yang akan
kekayaan dan potensi untuk bisa dikembangkan menjadi ajaran teologis yang
membebaskan.
Namun menurut Asghar Ali, Islam telah tumpul salah satu penyebabnya
karena bertahannya dogma teologis pada abad pertengahan. Dari faktor
tersebutlah yang memberi legalitas kekuasaan yang menindas dalam kurun waktu
selama ini, baik datang dari dunia Islam secara internal maupun eksternal
tersebut. Sehingga hal inilah yang menjadi latar belakang bagi Asghar Ali
Engineer untuk mengusulkan “Teologi Pembebasan Dalam Islam”. Teologi pembebasan dalam islam tersebut
dengan kriteria: teologi tersebut berdasarkan realitas
kekinian, serta tidak akan bersaing dengan status quo yang melindungi golongan
kaya yang berhadapan dengan golongan miskin, teologi menunju
langkah untuk bisa menghadapi penindasan dan ketidakadilan, dengan ideologi
pembebasan Islam ini tidak hanya menjadi satu konsep, namun menjadi salah satu
gagasan yang mengakui bahwa manusia itu bebas menentukan pilihannya sendiri
serta nasib yang diinginkannya. Dengan begitu, melalui Teologi Pembebasan Dalam
Islam yang digagas oleh Asghar Ali engineer dengan ciri yang telah diuraikan
tersebut. Hal ini mendorong terjadinya pengembangan dalam Islam sebagai sebuah
kebebasan bagi manusia untuk memilih takdir dan kehidupannya.
Referensi:
Dandi,
I. (2017). Asghar Ali Engineer Dan Pemikirannya Mengenai Teologi
Perdamaian. Jurnal Tamaddun , 5 (1).
Nasir,
B. M., & Sujan, N. W. (2017). A World Without Islam. Islamiyyat, 39(1).
Salim,
H. H. (2010). Menimbang Teologi Pembebasan Islam: Refleksi Pemikiran Asghar Ali
Engineer. Jurnal Orientasi Baru, 19(2).
Suwarno
Suwarno, “Kejayaan Peradaban Islam Dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan,”
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam, 2019.
Komentar
Posting Komentar