Spiritualitas Aliran Penghayat Kepercayaan

 

            Spiritualitas Aliran Penghayat Kepercayaan

Mereview artikel “ Spiritualitas Penghayat Ajaran Kepribaden oleh Siti Fauziyah ”

Judul               : Spiritualitas Penghayat Ajaran Kepribaden

Jurnal               : Jurnal Religi

Penulis             : Siti Fauziyah

Volume/Tahun : Vol. X No. 1 / 2014

Reviewer         : Wakhidatus Zahro’un Nihlah

Hasil Review:

Munculnya kembali agama asli Indonesia menurut De Jong disaat hasrat dari orang Jawa untuk kepastian hidup, orang-orang hidup tanpa kepastian dikarenakan maraknya beberapa kasus yang terjadi seperti; korupsi, peperangan, dan pemberontakan. Disisi lainnya munculnya aliran kebatinan dikarenakan terdapat sekelompok Islam yang menekankan pada syariat Islam. Menurut aliran kebatinan Islam sebagai agama yang seperti Arab sehingga mereka tidak sepenuhnya menjalankannya. Para aliran kebatinan tidak begitu menghargai mengenai tindakan ritual yang dilakukan karena mereka lebih menekankan kepada kehidupan pribadi yang dilakukan mengenai batin. Aliran kebatinan hidup karena untuk mengisi kekosongan hati dan batinnya untuk mereaksi terhadap agama formal dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Aliran penghayat kebatinan mempercayai bahwa manusia terdiri dari batiniyah dan lahiriyah. Bagian batiniyah terdiri dari asal usul dalam diri sendiri yang menjadi tabiat ilahi dan bagian lahiriyah terdiri dari badan dan segala hawa nafsunya.

Salah satu yang diminati banyak orang dalam aliran penghayat kebatinan adalah ajaran Romo Semono yang dikenal sebagai ajaran kepribaden. Ajaran kepribaden sebagai tindakan spiritual yang mengenal dirinya sebagai manusia dengan mengenali dirinya terlebih dahulu baru mengenal Tuhan Yang Maha Esa. Kehidupan dalam ajaran kepribaden seperti halnya kehidupan mereka akan berakhir untuk (manunggal) kepada Tuhannya. Ajaran kepribaden mengajarkan bagaimana mengenai urip dan mengabdi dengan urip. Karena itu ajaran kepribaden meyakini bahwa urip berasal dari Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dalam kehidupan sehari-hari manusia menjalani urip sebagimana mestinya ketika masa kehidupan berakhir atau meninggal maka raga pada manusia akan kembali pada tanah, air, ataupun api.

Aliran penghayat kepribaden dalam menjalankan tindakan spiritualitas mereka meyakini laku kasampuranan manunggal kinentenan sarwo mijil artinya berbuat, berkehendak, dan melakukan segala sesuatu atas izin yang moho suci. Dalam aliran penghayat kepribaden menyebutkan Tuhan Yang Maha Esa dengan sebutan yang moho suci artinya Maha-Maha Suci. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari urip selalu bertindak sesuai dengan apa yang dimau raga. Seharusnya raga lah yang harus mengikuti urip agar selalu kembali ke arah yang benar kepada Tuhan Yang Maha Esa karena raga yang mengikuti urip. Dalam aliran penghayat kepribaden ini dalam kehidupan jika ingin mendapatkan kebahagiaan yang sejati seperti yang diajarkan oleh Romo Semono yaitu dalam kehidupan yang dilakukan dengan mengikuti kehendak urip, karena urip yang mengetahui segala yang terbaik dalam manusia menurut Tuhan Yang Maha Esa.

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendekatan Ma’na Cum Maghza

Pendidikan Generasi Muda

Pemikiran Nurcholish Madjid Terhadap Politik Indonesia