Mengamati Rutinan Sholawat Zam-Zam Syifaul Qulub
Mata Kuliah : Antropologi
Tugas
Antropologi Mengamati Budaya di Sekitar Baik Unsur Budaya atau Wujud Kebudayaan
Hasil Mengamati
Budaya di Sekitar:
Mengamati Rutinan Sholawat Zam-Zam Syifaul Qulub di Desa Tanen
oleh Wakhidatus Zahro’un Nihlah
·
Deskripsi Pengamatan Sholawat Zam-zam Syifaul
Qulub
Sholawat Zam-zam Syifaul Qulub sebagai salah
satu grup sholawat di desa Tanen, yang tepatnya berada di sekitar rumah saya.
Anggota dari grup sholawat Zam-zam Syifaul Qulub dimulai dari ibu-ibu yang
memiliki minat dan kemampuan untuk memainkan rebana atau biasa disebut dengan terbang-an,
dan para ibu-ibu yang memiliki suara merdu bisa memasuki grup sholawat
Zam-zam Syifaul Qulub sebagai vokal sholawat. Terdapat kelengkapan dalam
sholawat Zam-zam Syifaul Qulub yang dilakukan oleh para remaja perempuan yang
berkenaan dengan tarian yang cocok dengan sholawatan disebut dengan rodatan.
Sholawat Zam-zam Syifaul Qulub mulai melakukan rutinan sholawat dalam satu
tahun terakhir ini. Sholawat Zam-zam ini menjadi motivasi bagi para remaja
untuk melihat semangat dari ibu-ibu yang masih membara dalam menerapkan rutinan
sholawat dalam keseharian. Dengan melihat semangat dari ibu-ibu yang tinggi
terhadap sholawat Zam-zam tersebut diharapkan mampu memotivasi para remaja
nantinya agar mampu menyukai dan memiliki minat untuk mewujudkan rutinan
sholawat.
Sholawat Zam-zam Syifaul Qulub melakukan
latihan sholawat dalam satu minggu sebanyak dua kali yang dilakukan di malam
selasa dan malam sabtu. Ibu-ibu membuat suatu grup WhatsApp untuk memudahkan
berkomunikasi dan berdiskusi agar membantu Kekompakan mereka dalam melakukan
rutinan sholawat dan latihan sholawat yang dilakukan. Terdapat Ibu Kip dan ibu
Halim sebagai koordinator dalam grup sholawat Zam-zam Syifaul Qulub yang
bertugas untuk mengingatkan anggota grup sholawat apabila ada latihan tertentu
atau rutinan di musola-musola lainnya. Selain latihan dua kali seminggu yang
dilakukan, terdapat suatu rutinan khusus disetiap musola-musola tertentu yang
mana rutinan tersebut diselenggarakan dengan menampilkan beberapa grup sholawat
yang ada di desa Tanen.
Grup sholawat Zam-zam Syifaul Qulub memulai
latihan dengan tahap yang paling dasar, ibu-ibu yang masih sama-sama belajar
dengan pelan-pelan memahami ketukan yang digunakan untuk memainkan rebana
sampai dengan mencari seorang guru untuk melatih sholawat tersebut agar menjadi
grup sholawat yang merdu di dengarkan dengan lantunan sholawat islami. Pelatihan
grup sholawat Zam-zam Syifaul Qulub digilir setiap ibu-ibu satu persatu untuk
mencoba memainkan ketukan rebana, dengan begitu akan diketahui kemampuan dan
kekurangan yang belum bisa memainkan agar dapat di ajarkan ulang dengan baik.
Setelah melakukan latihan yang rutin, grup sholawat Zam-zam Syifaul Qulub sudah
banyak di dengar masyarakat sehingga apabila ada acara khusus seperti; ulang
tahun, pernikahan, hajatan, grup sholawat Zam-zam Syifaul Qulub mendapatkan
undangan untuk mengisi acara masyarakat tersebut.
·
Analisis dan Pengamatan terhadap kebudayaan
disekitar
Menurut saya, ketika saya memilih untuk
mengamati grup sholawat Zam-zam Syifaul Qulub di sekitar rumah saya, karena
saya memahami bahwa sholawat tersebut masuk kedalam unsur kebudayaan. Sholawat
Zam-zam Syifaul Qulub masuk dalam unsur kebudayaan masyarakat pada sistem
organisasi kemasyarakatan, yang mana setiap sistem kemasyarakatan memiliki
suatu bentuk yang terstruktur. Grup sholawat Zam-zam Syifaul Qulub memiliki
struktur yang dimulai dengan adanya ketua sholawat, adanya pelatih atau guru
sholawat, dan terdapat anggota-anggota dari grup sholawat tersebut. Selain itu,
tarian yang terdapat dalam sholawat Zam-zam Syifaul Qulub menurut saya masuk
dalam unsur kebudayaan berupa tarian, tarian grup sholawat Zam-zam Syifaul
Qulub biasa disebut dengan rodatan atau tarian islami yang mengiringi ketika
sholawat tersebut dilantunkan dengan gerakan-gerakan tangan yang sopan. Hal ini
dapat dilihat berdasarkan dari yang sudah booming bahwasanya tarian Aceh tari
Saman yang masuk dalam kesenian dari unsur-unsur kebudayaan. Karena antara
tarian Saman Aceh dengan rodatan memiliki kesamaan yaitu tarian tangan,
namun untuk mengiringi acara yang berbeda.
Grup sholawat Zam-zam Syifaul Qulub sebagai
salah satu tujuan saya untuk mengamati karena posisi yang dilakukan untuk
latihan sholawatan setiap minggu dua kali sehari yang bertempat di mushola
selatan rumah saya. Saya mengamati grup sholawat Zam-zam Syifaul Qulub sebagai
salah satu dari unsur-unsur kebudayaan yang ada dilingkungan sekitar saya,
karena saya memahami setiap unsur kebudayaan pasti mudah dijumpai disekitar tempat
tinggal. Grup sholawat Zam-zam Syifaul Qulub sebagai grup organisasi
kemasyarakatan tidak hanya latihan dan rutinan sholawatan yang dilakukan, namun
menghadiri acara yang diselenggarakan oleh IPNU Desa Tanen dalam rangka
memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw dengan harapan mendapatkan syafaat beliau
nantinya. Serta yang dapat dilihat dari unsur kesenian kebudayaan adalah masuk
dalam estetika atau keindahan yang dapat dinikmati, hal ini terdapat dalam grup
sholawat Zam-zam Syifaul Qulub dengan adanya rodatan atau tarian islami
yang mengiringi ketika sholawat tersebut dilantunkan.
·
Gambar-Gambar Kegiatan Sholawat Zam-zam
Syifaul Qulub sebagai berikut;
·

Ibu-ibu grup sholawat Zam-zam Syifaul Qulub
latihan pada setiap minggunya

Dalam latihan sholawat setiap minggunya
dilakukan selama dua kali pada malam selasa dan malam sabtu. Dalam latihan
sholawat ini biasanya grup sholawat Zam-zam Syifaul Qulub belajar membuat lagu
sholawat beserta dengan ketukan rebana yang sesuai dengan laguya. Latihan
sholawat ini dimulai setelah jamaah isya selesai sampai pukul 22.00.
·
Gambar Ibu-ibu grup sholawat grup Zam-zam
Syifaul Qulub untuk tampil dalam memeriahkan acara yang diselenggarakan IPNU
Desa Tanen dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw.
Acara ini diselenggarakan oleh IPNU desa Tanen
dalam rangka memeriahkan Maulid Nabi Muhammad Saw, serta perayaan hari santri
nasional yang diadakan dengan beberapa penampilan seperti qiroat dan
sholawatan.
·
Gambar Ibu-ibu grup sholawat Zam-zam Syifaul
Qulub persiapan untuk gebyar sholawat.

Acara gebyar sholawat yang dihadiri grup
sholawat Zam-zam Syifaul Qulub dengan penampilan dari beberapa grup sholawat
lainnya yang ada di Desa Tanen. Antara ada penampilan dari grup sholawat
himata, grup sholawat Az-Zahra, dan grup sholawat Zam-zam Syifaul Qulub, serta
grup sholawat lainnya.
Komentar
Posting Komentar