Tentang Kebudayaan
Mata Kuliah : Sejarah Budaya dan Etika Jawa
Hasil Review Pertemuan Membahas Tentang Kebudayaan
Budaya merupakan hasil dari manusia, karena manusia
tersebut menjadi pelaku dalam suatu kebudayaan yang ada. Manusia dibekali
dengan akal dan pikiran sehingga terbentuk setiap kebudayaan sebagai hasil dari
pikiran, cipta, dan karya manusia. Suatu kemenarikan dalam budaya dapat dilihat
dari beberapa buku yang membahas tentang kebudayaan contohnya seperti buku pdf
dari Sapiens, di dalam buku tersebut terdapat suatu ketertarikan dan keunikan
didalamnya yang disebut dengan budaya. Karena didalam buku tersebut dijelaskan
bahwa pada masa itu manusia sudah mampu berinteraksi dengan alam, manusia mampu
berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dan manusia mampu mengetahui kekuatan
yang berada diluar dirinya. Dengan adanya hubungan manusia dengan alam,
lingkungan, dan kekuatan diluar kendalinya, maka akan memunculkan sebuah
konektivitas antara manusia dengan kebudayaan tersebut.
Setiap manusia yang dilahirkan di dunia adalah
sebagai makhluk yang suci (fitri/bersih), bagaimana tidak manusia dilahirkan
semasa lahir dengan tubuh yang kecil tanpa pakaian apapun belum ternoda dengan
suatu hal yang kurang baik. Sehingga menjadi salah satu bagian dari budaya Jawa
bahwa setiap kelahiran manusia terkhususnya orang Jawa akan mengadakan acara brokohan
untuk setiap kelahiran bayi di keluarganya. Budaya Jawa brokohan ini
dilakukan dengan tujuan memberikan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang telah
memberikan karunia nikmat bayi yang lahir dengan sempurna. Budaya Jawa brokohan
menjadi salah satu budaya Jawa religius kerena berhubungan dengan Tuhan, yang
mana manusia memberikan ungkapan rasa syukur atas bayi yang dilahirkan dengan
sempurna. Budaya Jawa brokohan ini sebagai salah satu tabarrukan yang dilakukan
masyarakat untuk mengharapkan kebarokahan dalam kehidupan bayi dan keluarganya.
Budaya brokohan sudah menjadi salah satu kebudayaan Jawa yang diwariskan secara
turun-temurun hingga sekarang ini masih dilakukan.
Budaya dapat diidentifikasi dari konsep ot out
Afrika yang budaya tersebut diidentifikasi dari bentuknya. Budaya itu sebagai
suatu yang selalu ada, karena dengan adanya budaya maka manusia akan selalu
menjaga budaya tersebut dilihat dari hasil kebudayaan tersebut dari pemikiran
serta hasil karya cipta manusia. Budaya merupakan hasil jamak dari kata budayah
dan budi yang memiliki arti akal. Keunikan dalam budaya ini sejak dulu
adalah suatu budaya yang telah ada dalam bahasa Sansekerta. Dapat dilihat dari
keunikan disini adalah bahasa Sansekerta yang telah digunakan sejak masa Jawa
kuno. Selain itu, terdapat pengaruh budaya dari India dalam konsep budayanya
mengalami suatu penetrasi dikarenakan adanya perubahan dalam masyarakat.
Kebudayaan muncul sebagai sosio cultural yang merupakan budaya
dengan mempelajari dan menelaah hubungan antara manusia dengan dengan budaya di
lingkungan sekitar dan lingkungan sosial.
Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat
dipengaruhi oleh faktor perubahan lingkungan disekitar. Lingkungan alam dengan
penetrasi kebudayaan yang menjadi proses masuknya pengaruh kebudayaan dari suku
budaya satu dengan suku budaya lainnya. Dapat dilihat dari contoh yang terjadi
di Indonesia pada masa Jawa kuno, dari sebelumnya masa-masa sekarang ini sejak
masa dahulu sudah memiliki basic kebudayaan yang kuat, kental yang bermula dari
bentuk budaya yang sederhana hingga sampai pada kebudayaan yang terstruktur.
Hal ini juga dapat dibuktikan dari asal-usul manusia Jawa, adat-istiadat yang
digunakan, dan sejarah dari masa batu sampai masa perunggu. Pada masa perunggu
kebudayaan yang ada dapat dilihat dari pembuatan alat-alat keris dan
sebagainya. Sehingga kebudayaan yang diwariskan sejak dahulu sudah tidak
menjadi hal yang mengherankan karena sudah mampu membuat gamelan, keris, dari
masa dahulu sampai masuk ke masa Islam-Kolonialisme. Sehingga kebudayaan yang
ada menjadi berpengaruh dan mempengaruhi terhadap kehidupan manusia untuk
berproses dengan bertahap tidak langsung menjadi kebudayaan yang asli.
Penetrasi kebudayaan terbagi dalam dua tahap
yaitu penetrasi secara damai dan penetrasi secara kekerasan. Seperti yang telah
disampaikan bahwa penetrasi kebudayaan adalah proses masuknya kebudayaan satu
dengan kebudayaan lainnya dalam suatu wilayah tertentu. Penetrasi secara damai
dapat dilihat dari proses masuknya budaya asing ke Indonesia secara damai
dengan berpegang pada teori yang dikemukakan oleh Syariati, yang ditandai
dengan runtuhnya kerajaan Majapahit. Contohnya lainnya adalah masuknya
kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia secara damai tanpa adanya paksaan dan
perbedaan yang diperselisihkan. Penetrasi secara kekerasan dapat diketahui
ketika budaya yang masuk dengan adanya paksaan agar diterima secara utuh untuk
mengikuti budaya tersebut, kebudayaan ini bersifat merusak karena dengan
paksaan agar diikuti budayanya.
Dengan begitu didari titik temu antara
kebudayaan indonesia dengan kebudayaan yang masuk di indonesia yang dilihat
dari kebudayaan tersebut untuk saling melengkapi satu sama lain. Budaya menghasilkan
hazanah kebudayaan sehingga memunculkan berbagai perspektif budaya antara lain;
akulturasi budaya, asimilasi budaya. Akulturasi budaya adalah bersatunya dua
kebudayaan sehingga membentuk suatu kebudayaan baru tanpa menghilangkan budaya
asli. Contohnya adalah candi india yang awal mulanya dari dinasti palawa sebagai
kuil namun ketika bercampur dengan budaya lain menjadi sebuah kuil, candi
borobudur sebagai salah satu hasil budaya baru tanpa menghilangkan budaya asli.
Sedangkan asimilasi budaya adalah pembauran dari suatu kebudayaan namun
memudarkan ciri dari kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru dengan
sistem yang berbeda.
Contoh lain dari penetrasi kebudayaan secara
damai adalah proses masuknya agama islam di jawa. Menurut agus mustofa islam
sudah ada sejak abad ke 13, sedangkan menurut agus sunyoto islam ada sejak abad
ke12. Dengan adanya tanda masuknya islam maka dapat diketahui bahwa jayabaya
masa dahulu juga berguru pada ulama, sehingga memunculkan kebudayaan islam yang
ada. Unsur dari kebudayaan tersebut dapat digunakan untuk memprediksi lintas
zaman di jawa dan kebudayaan di jawa yang dirangkum dalam primbon jawi. Selain
itu, masuknya islam di tanah jawa dengan penyebaran islam yang disampaikan oleh
wali songo dengan jalur damai sehingga mudah diterima masyarakat. Salah satu
ulama ternama yaitu syekh subakhir yang memiliki kemampuan menaklukkan tanah
jawa, masa itu menghasilkan kesepakatan bersama tentang penerimaan islam dan
kebudayaan jawa dengan tingkat spiritualitas yang tinggi.
Budaya disertai dengan akal manusia sehingga
dari hasil karya, cipta, dan pikiran manusia akan memunculkan suatu kebudayaan.
Budaya bersifat dinamis karena mudah berubah sesuai evolusi manusia dan perkembangan
zaman yang dimulai dari hal sederhana menuju suatu kebudayaan yang kompleks.
Budaya menunjukkan suatu etnis tertentu yang mana setiap kebudayaan sebagai
identitas dan ciri dari suatu etnis. Misalnya budaya slametan, genduri sebagai
salah satu ciri dari etnis jawa yang masih kental melestarikan slametan dan
genduri, contoh lain budaya merayakan hari imlek yang menjadi salah satu budaya
tionghoa, serta perayaan hari natal bagi umat kristen.
Pandangan beberapa ilmu terhadap kebudayaan
antara lain; ahli ilmu sosial melihat konsep budaya sebagai hasil dari
keseluruhan total dari pikiran manusia. Ilmu antropologi memandang budaya
sebagai cara berpikir dan cara berperilaku masyarakat tertentu sebagai suatu
budaya yang berkaitan dengan bahasa, agama, dan pengetahuan. Budaya sendiri
adazlah suatu sistem pengetahuan dalam pikiran manusia yang diungkapkan dengan
tingkah laku dan perbuatan. Sehingga budaya
tersebut hasil dari pikiran manusia sehungga perlu adanya perkembangan
budaya dan kelestarian terhadap budaya yang sudah ada. Salah satu budaya luhur
adalah budaya jawa yang dikenal sebagai kebudayaan adi luhur. Budaya jawa
khususnya akan dibumbi dengan hal mitos, sebagai suatu pengetahuan awal dari
manusia untuk mengidentifikasi alam disekitarnya. Mereka mampu mengembangkan
dan menerima suatu kebudayaan yang ada disekitarnya dalam kehidupan
sehari-hari. Sehingga adanya ilmu antologi yang memunculkan kemampuan bahwa
sikap manusia yang ingin meneliti melihat hakikat dari mitos yang ada sehingga
disusun menjadi sebuah pengetahuan. Adapun kebudayaan juga berwujud sebagai
gagasan, aktifitas ,dan artefak. Gagasan adalah kebudayaan yang merupakan hasil
dari ide-ide dan pikiran yang ada dikepala manusia, aktifitas sebagai
kebudayaan dari bukti tindak yang dilakukan manusia, pola manusian dalam hidup
bermasyarakat, dan artefak merupakan hasil benda yang menjadi sebuah budaya dan
hasil karya manusia.
Komentar
Posting Komentar